Pendakian Merbabu Ditutup, Dampak Kebakaran

0
25
lereng-merbabu-terbakar
FOTO/merdeka com

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), menutup sementara seluruh jalur pendakian. Penutupan dilakukan menyusul kebakaran di lereng gunung tersebut. 

“Ini dilakukan demi keselamatan pendaki sendiri. Jalur pendakian kami tutup sementara sampai dengan kondisi memungkinkan,” ujar  kata Kepala BTNGMb, Junita Parjanti, Kamis (12/9). 

Dijelaskan, penutupan sementara seluruh jalur pendakian tersebut hingga sampai batas waktu yang belum ditentukan. Pihaknya juga akan fokus untuk upaya pemadaman akibat kebakaran yang terjadi. Meski sebelumnya bisa dipadamkan, kini kebakaran terjadi lagi.

Yaitu di kawasan hutan Taman Nasional di wilayah Desa Denokan, Kabupaten Magelang. Api kali pertama diketahui sekitar Kamis (12/9) pukul 02.00 dini hari. Pihaknya langsung mengerahkan anggotanya untuk naik ke lokasi kebakaran.

Selain itu, BTNGMb juga berkoordinasi dengan masyarakat, pihak-pihak terkait BPBD, MMP/MPA, potensi SAR dan relawan untuk bahu-membahu dalam pemdaman api. Sehingga upaya bisa lebih optimal dan cepat.

Jalur Favorit

Pihaknya juga langsung menjemput puluhan pendaki yang masih diatas. Pendaki diminta turun guna mengantisipasi dampak kebakaran yang terjadi di kawasan hutan Merbabu. “Pendaki yang masih diatas sudah disusul dan diajak segera turun.”

Ditambahkan, di Gunung Merbabu, terdapat lima pintu jalur pendakian resmi. Yaitu jalur Selo, Suwanting (Magelang) serta jalur Wekas, Cuntel dan Tekelan yang ketiganya masuk Kabupaten Semarang. 

Di jalur pendakian Selo yang merupakan jalur favorit, terdapat 58 pendaki.

Kemudian yang naik melalui jalur Tekelan sebanyak 6 orang. Sedangkan untuk jalur Wekas dan Cuntel (Kopeng), kosong atau tidak terdapat pendaki. Sementara untuk jalur Suwanting ada 12 pendaki namun diketahui sudah turun semua. 

Jalur terdekat dengan lokasi kebakaran hutan adalah jalur Suwanting. Tapi di jalur tersebut bersih. Sementara jalur Selo agak jauh. ”Namun demikian, kami tetap waspada, jangan sampai lengah.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here