Bupati Wonogiri Terbitkan Surat Darurat Kekeringan

0
17
wonogiri-berstatus-darurat-kekeringan
MENGAMBIL AIR : Seorang warga mengambil air dari sebuah embung di Desa Gendayakan, Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (SM/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo telah menerbitkan surat yang menyatakan, bahwa beberapa daerah di kabupaten tersebut dalam keadaan darurat kekeringan. Oleh karenanya, Pemkab akan menggunakan dana tidak terduga sekitar Rp 970 juta untuk mengatasi kekurangan air bersih di sejumlah wilayah rawan kekeringan.

“Melihat kondisi yang memang memprihatinkan, Pemkab Wonogiri mengambil langkah strategis, salah satu upayanya mengeluarkan surat darurat kekeringan. Sehingga dana tidak terduga bisa dimanfaatkan,” katanya, Kamis (12/9).

Dana tidak terduga itu akan digunakan untuk menyuplai air bersih di daerah-daerah kekeringan yang belum terintervensi oleh pemerintah maupun PDAM.

“Melalui koordinasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), akan disiapkan tangki-tangki air. Dananya sekitar Rp 970 juta. Jumlah itu saya rasa cukup untuk mengatasi kekeringan,” terangnya.

Bantuan akan mulai disalurkan Sabtu mendatang (14/9). Dia mengungkapkan, ada delapan kecamatan yang rawan kekurangan air bersih di kabupaten tersebut. Namun, bantuan kali ini akan difokuskan untuk empat kecamatan yang paling membutuhkan, yakni Kecamatan Pracimantoro, Paranggupito, Giritontro, dan Giriwoyo.

Kekurangan Pangan

Selain menyalurkan bantuan berupa air bersih, pemerintah juga berupaya mengantisipasi kekurangan pangan dengan memberikan stimulan berupa beras dan bahan pokok lainnya. “Tetapi, kami akan lebih fokus ke pemenuhan kebutuhan mendasar terlebih dahulu, yakni air bersih,” ujarnya.

Di sisi lain upaya mengatasi kekeringan secara permanen terus berjalan. Salah satunya dengan memaksimalkan sumber air Luweng Songo di Desa Sumberagung, Kecamatan Pracimantoro dengan gelontoran dana sekitar Rp 4 miliar. Pihaknya juga mengalokasikan dana sekitar Rp 9,6 miliar untuk memaksimalkan sumber air Banyutowo di Desa/Kecamatan Paranggupito. “Intervensi kami lakukan secara bertahap, dari tahun ke tahun selalu dianggarkan. Saya menargetkan masalah kekeringan akan selesai tahun 2020,” imbuhnya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here