Dampak Kebakaran Merbabu, Kawasan Konservasi Rusak

0
kebakaran-gunung-merbabu-FB_IMG_1568483123773
FOTO/DOKUMENTASI

 

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Kebakaran di kawasan hutan Gunung Merbabu telah merusak ratusan hektare lahan. Selain itu juga merusak ekosistem.

Seperti di wilayah Kecamatan Ampel, Boyolali masuk dalam kawasan konservasi dan habitat Elang Jawa, salah satu jenis satwa yang dilindungi. “Keanekaragaman hayati yakni flora dan fauna pasti akan terganggu. Namun hingga saat ini, kami belum dapat mendata satwa-satwa yang terdampak,” ujar Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb), Junita Parjanti.

Dijelaskan, kebakaran juga merusak sumber-sumber air. Dalam kawasan konservasi ini terdapat 39 mata air yang dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar, baik di wilayah Boyolali, Semarang, maupun Magelang.

Upaya Pemadaman

Sejumlah pipa sambungan yang mengalirkan air ke kawasan permukiman pun diketahui mengalami kerusakan. Saat ini desa-desa yang terdeteksi mengalami gangguan air karena rusaknya sambungan pipa berada di Tuk Teyeng, Kecamatan Pakis, Magelang, dan Tuk Sipendok di Kecamatan Ampel Boyolali.  

Junita menambahkan upaya pemadaman masih dilakukan dengan cara manual. Sejumlah unsur terlibat dalam upaya pemadaman ini, meliputi relawan, Muspika, Mapala, hingga tim dari Balai Taman Nasional Gunung Merapi.

Selain karena cuaca, upaya pemadaman juga terkendala medan yang berat. Lokasi kebakaran jaraknya sekitar lima jam dari desa terdekat. Pihaknya tengah mengupayakan bantuan helikopter untuk mempercepat pemadaman.

Sementara itu, upaya juga terus dilakukan tim gabungan, termasuk personel dari TNI. Sekitar 300-personel tim gabungan yang terdiri dari TNI, kepolisian, BTNGMb, BPBD, relawan, dan masyarakat, yang naik melalui basecam Remaja Pecinta Alam (Rempala), Ngagrong, Sabtu (14/9) pagi.

Dandim Boyolali, Letkol (Kav) Herman Taryaman mengatakan personel yang naik dibagi menjadi beberapa tim. Sedangkan pemadaman nantinya dilakukan dengan cara manual. “Dibagi menjadi beberapa tim, naik ke pos-pos di atas untuk penyekatan api.”

Penyekatan api menurut Dandim dilakukan untuk mencegah api menjalar ke arah utara dan selatan lereng Gunung Merbabu. Dengan penyekatan ini diharapkan dapat mengarahkan api ke atas menuju puncak. Hal ini dikarenakan selain teriknya musim kemarau, juga tiupan angin kencang. (Joko Murdowo)

Editor Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan