Gubernur Ganjar : Waspada Hingga November

0
kebakaran-hutan-lereng-merapi-FB_IMG_1568483107804
PADAMKAN API : Relawan bersama petugas bekerja keras memadamkan api di Lereng Merbabu. (suaramerdekasolo.com/dok)
 
*Ancaman Kebakaran Hutan
 
BOYOLALI,suaramerdekasolo.com –   Kewaspadaan terhadap bahaya kebakaran hutan hingga bulan November. Yaitu pada akhir musim kemarau.
 
“Kita beri pemahaman dulu kepada masyarakat bahwa potensi kebakaran masih sampai bulan November,” ujar Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo.
 
Dia ditemui wartawan di sela meninjau aktivitas relawan Gunung Merbabu di Posko Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) di Dusun Wonolelo, Desa Ngagrong, Kecamatan Gladagsari (dulu masuk wilayah Ampel), Minggu (15/9) sore.
 
Menurut Ganjar untuk menghindari potensi karhutla, warga dihimbau untuk tidak melakukan aktivitas di kawasan Taman Nasional Gunung Merbabu (TNGM).  Misal jika mencari rumput untuk pakan ternak harus hati-hati.
 
“Ya kalau perlu tidak mencari rumput dulu.”
 
Usulan Water Bombing
 
Namun upaya penghentian aktivitas warga di kawasan konservasi tersebut perlu dibarengi sosialisasi kepada warga secara bertahap. Diusulkan pula pembentukan tim patroli khusus.
 
“Terutama di desa-desa terakhir sebelum puncak Merbabu.”
Seperti Ngagrong, Ampel dan Pakis, Kabupaten Magelang, maupun wilayah Kopeng, Kabupaten Semarang.
 
Terkait usulan water bombing sebagai upaya pemadaman kebakaran, Gubernur mengakui Pemprov belum mengarah hingga ke sana.  Apalagi saat ini informasi yang diterima semua titik api sudah padam.
“Helikopter juga masih terkonsentrasi pemadaman karhutla di Riau dan Kalimantan.”
 
Sementara itu, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merbabu (BTNGMb) Junita Parjanti mengkonfirmasi bahwa tujuh titik api yang sebelumnya terlihat di kawasan taman nasional di tiga kabupaten yakni Boyolali, Magelang, dan Kabupaten Semarang semuanya sudah berhasil dipadamkan Minggu (15/9). 
 
“Total sejak kebakaran terjadi pada Kamis (12/9) lalu api menghanguskan 436 hektare lahan, baik semak, lahan kering, maupun wilayah tanaman keras. Tapi titik api sudah tidak muncul lagi. (Joko Murdowo)
 
Editor : Budi Sarmun
 

Tinggalkan Pesan