Kampung Punggawan, Jadi Ajang Pentas Budaya ”Punggawan Tumandhang”

pentas-budaya
MENARI- Penampilan penari cilik warga RW V Punggawan ketika membawakan tari kidang dalam pentas budaya ''Punggawan Tumandhang'' di Kampung Punggawan, Jumat (13/9) malam. (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Suasana meriah terlihat di kelurahan Punggawan, Kecamatan Banjarsari, Solo, Jumat (13/9) malam. Di kampung itu, sejak sore ratusan warga tumpah ruah berkumpul untuk menyaksikan gelar budaya. Begitu asyiknya warga menonton pertunjukan seni budaya yang mengusung tema ”Punggawan Tumandhang” yang digelar di kampung padat penduduk tersebut.

Pentas seni, diawali penampilan seni dari anak-anak TK serta perwakilan dari setiap RW. Kemeriahan semakin terasa ketika menjelang malam pembukaan. Selain dari tamu undangan yang hadir, warga masyarakat baik pengisi acara maupun penonton membanjiri area atau lokasi pertunjukkan.
Ibu-ibu PKK dari RW II dengan tarian manuk dadalinya, mampu menghibur sekaligus mengocok perut penonton dengan penampilan lucu yang dibawakan.

”Acara ini diselenggarakan selama tiga hari, dimulai pada hari Jumat (13/9). Disusul kemudian acara kirab budaya yang anggotanya terdiri dari seluruh warga, pengusaha-pengusaha, dewan masjid, Gereja-Gereja, serta Wihara. Dengan beragamnya agama yang ada di Punggawan, tetapi tetap jadi satu,” kata Guntur Kurniawan selaku Koordinator Acara.

Tidak hanya kirab dan penampilan budaya, berbagai stand makanan, pakaian, hingga kerajinan tangan menambah meriah kegiatan budaya. Perpustakaan keliling dari Dinas Kearsipan Dan Perpustakaan Kota Surakarta juga menjadi daya tarik tersendiri bagi anak-anak untuk membaca.

Kepala Dinas Pariwisata Surakarta, Hasta Gunawan dalam sambutannya mengatakan, gelar budaya yang dilaksanakan merupakan bagian budaya dari masyarakat. ”Kita harus nguri-uri, kita harus melestarikan budaya yang telah ada agar banyak orang luar datang ke solo hanya untuk melihat pernak-pernik budaya Solo. Selain itu budaya dapat mempersatukan masyarakat serta memperkuat bangsa. Begitu juga seni budaya yang ada di kampung dapat meningkatkan ekonomi di kampung setempat, seperti pertunjukkan dapat ditiketkan, jadi yang nonton harus bayar ya tidak apa-apa,” terang Hasta Gunawan dalam memberi sambutan.

Kegiatan seni budaya yang mendapat suntikan dana dari Pemkot Surakarta ini rupanya mendapat sambutan yang luar biasa dari masyarakat. Dana yang tidak mencukupi untuk seluruh rangkaian acara, nyatanya tidak mengurangi semangat warga untuk menggelar acara sebaik-baiknya.

”Meski dana dari pemerintah tidak cukup, tetapi dengan kesadaran sendiri masyarakat swadaya untuk menampilkan yang terbaik. Dengan mengambil tema ”Punggawan Tumandang”, tujuannya masyarakat serta seluruh perangkat secara bersama-sama dapat mewujudkan Solo berseri tanpa Korupsi,” jelas Kadus Punggawan, Saryanti ketika ditemui disela-sela acara. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here