Kekeringan di Boyolali Semakin Parah

0
47
bantuan-air-bersih-psc-solo-raya
KUCURKAN AIR: Sejumlah ibu anggota PSC Soloraya mengucurkan air dalam bakti sosial di Dukuh Grenjeng, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, Boyolali. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suatamerdekasolo.com – Bencana kekeringan di wilayah di Boyolali semakin parah. Kekurangan air bersih pun semakin meluas di tengah mengalirnya bantaun air bersih.

Dampak kekeringan saat ini tak hanya dirasakan warga Boyolali utara seperti wilayah, Kecamatan Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Wonosamudro dan sekitarnya. Namun, kekeringan dan kesulitan air bersih juga sudah dialami sebagian masyarakat Kecamatan Simo dan Sambi

Seperti di Desa Trosobo, sejak beberapa bulan terakhir, sumur warga mengering sehingga mereka terpaksa membeli air bersih untuk kebutuhan sehari-hari. Bagi yang tidak mampu, terpaksa harus menempuh jarak beberapa kilometer untuk mengambil air di sumber atau kedung yang masih tersisa air.

“Di sekitar sini setidaknya ada lima dukuh di sejumlah desa yang kesulitan air bersih,” ungkap Budiyanto (46), tokoh masyarakat Dukuh Grenjeng, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi.

Selain di Grenjeng, kekeringan juga dialami warga Dukuh Banaran, Desa Trosobo; Dukuh /Desa Ngaglik; dan Dukuh Giriloyo, Desa Cermo, Kecamatan Sambi. Sejak tiga bulan lalu sumur-sumur warga mengering dan warga harus membeli air bersih.

“Biasanya beli air satu jerigen Rp 2.500, tiap hari ada yang keliling jual air.”

Bantuan air bersih pun terus disalurkan Pemkab Boyolali serta elemen masyarakat yang peduli. Bantuan air bersih di antaranya disalurkan Pajero Sport Club (PSC) Soloraya. Sebanyak 30 tangko air bersih disalurkan ke beberapa wilayah di Boyolali dan Karanganyar.

“Di Boyolali kami salurkan ke masyarakat Grenjeng dan sekitarnya, serta di Desa Repaking, Kecamatan Wonosamudro. Sedangkan di wilayah Karanganyar kami salurkan ke wilayah Ngrawan, Krendowahono,” kata Seksi Sosial PSC Soloraya, Widiyanto, Sabtu (14/9).

Banyak Butuhkan Air

DItemui wartawan di sela penyaluran bantuan air bersih di Dukuh Grenjeng, Desa Trosobo, Kecamatan Sambi, dia menyatakan, bantuan air bersih merupakan agenda rutin bulanan PSC Soloraya, yakni kegiatan bantuan sosial dan pengajian.

Presiden PSC Soloraya, Agus Sunaryo menambahkan, sejak terbentuk hampir dua tahun lalu, kegiatan Bansos dan pengajian menjadi kegiatan rutin PSC Soloraya. Terkait Bansos menurut dia disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat yang menjadi sasaran.

“Saat ini kan yang paling dibutuhkan yakni air bersih, sehingga agenda Baksos bulan ini penyaluran air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.”

Terpisah, Ketua Pelaksana Harian BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo menyambut positif bantuan air bersih dari kelompok masyarakat dan relawan. Diakui, masih banyak masyarakat membutuhkan air bersih di tengah musim kemarau panjang tahun ini. (Joko murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here