Mencegah Penyalahgunaan, Keping KTP Bekas Harus Segera Dimusnahkan

0
e-ktp-simo
KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com. Operator dan Administrator Data Base (ADB) Kependudukan diminta segera memusnahkan keping KTP yang sudah tidak berlaku, untuk mencegah penyalahgunaan oleh orang tak bertanggung jawab.
Selain itu, ADB Kependudukan juga diminta tidak terbujuk calo yang menawarkan imbalan untuk melakukan pemalsuan data kependudukan.
 
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Karanganyar Suprapto, dalam rapat koordinasi bersama Operator dan ADB Kependudukan se-Karanganyar, belum lama ini.
 
Dia menegaskan, kasus pemalsuan data kependudukan diharapkan tidak terjadi di Karanganyar.
 
“Di luar Karanganyar, sudah ada lima sampai enam kasus penyalahgunaan data kependudukan yang dibawa ke rana hukum. Jangan sampai hal itu terjadi di Karanganyar,” tandasnya.
 
Salah satu kasusnya adalah pengajuan pinjaman ke bank dengan menggunakan KTP palsu. Dari penelusuran, diketahui KTP palsu tersebut buatan oknum operator kependudukan, yang memanfaatkan KTP bekas yang ditindih dengan data kependudukan baru.
 
“Ada calo atau makelar yang menggunakan jasa oknum operator. Jangan sampai operator kependudukan di Karanganyar ikut-ikutan. Jika nekat, ancaman hukuman menanti. Padahal imbalannya tak seberapa,” tuturnya.
 
Karena itu, Suprapto meminta agar Operator dan ADB Kependudukan segera mengirim keping KTP yang sudah tak berlaku ke kantor Disdukcapil dalam waktu maksimal 1 x 24 jam setelah dokumen diproses, agar segera dimusnahkan.
“Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar. Jika tak segera dimusnahkan, keping KTP bekas bisa disalahgunakan oknum yang tak bertanggunng jawab,” tandasnya.
 
Suprapto juga menyinggung soal blangko KTP elektronik yang jumlahnya terbatas, sehingga banyak pemohon KTP yang menerima surat keterangan (suket) sebagai pengganti KTP sementara.
 
“Sampai akhir tahun, blangko KTP elektronik masih langka. Kami hanya bisa meminta ke Pusat sebulan sekali. Itu pun, yang dikirim terbatas. Hanya 500 keping,” katanya.
Karena itu, dia meminta agar pemohon KTP bisa memahami, jika belum bisa menerima KTP elektronik karena jumlah blangkonya yang terbatas. (Irfan Salafudin) 
 
Editor : Budi Sarmun
 

Tinggalkan Pesan