Video Dahsyatnya Hujan Es, Tertimpa Bola Es Kaca Mobil Sampai Pecah

0
228
hujan-es-batu
FOTO ILUSTRASI

 

SEBUAH video amatir berdurasi hampir dua menit yang tersebar di media sosial menunju betapa dahsyatnya hujan es batu. Bola-bola es batu sebesar bola tenis jatuh bebas dari langit. 

Kerasnya hunjaman es batu ini bahkan bisa meretakkan hingga kaca mobil yang sedang berjalan. Jelas kejadian ini merugikan bagi masyarakat.  Di bawah ini videonya. 

 

Pengertian secara umum seperti dikutip dari wikioedia hujan es dalam ilmu meteorologi disebut juga hail, adalah presipitasi yang terdiri dari bola-bola es.

Salah satu proses pembentukannya adalah melalui kondensasi uap air lewat pendinginan di atmosfer pada lapisan di atas level beku. Es yang terjadi dengan proses ini biasanya berukuran besar.

Sementara itu seperti dikutip dari tirto.id, proses terjadinya hujan es dimulai dari kondensasi uap air yang membentuk awan kumulonimbus alias awan hujan. Ini adalah jenis awan yang terbentuk nisbi dekat permukaan tanah, rata-rata sejarak 2 kilometer.

Encyclopedia Britannica menjelaskan bahwa awan ini terbentuk dari massa udara panas dan uap air yang terangkat ke atmosfer. Massa udara panas dan uap air ini bercampur dengan udara yang lebih dingin dan lebih kering sehingga terus membesar membentuk menara awan yang sangat tinggi. Tingginya bisa mencapai 10 kilometer dengan luasan sekitar 3-5 kilometer. Awan akan terus tumbuh hingga ketinggiannya mencapai lapisan stratosfer.

Dalam kondisi biasa awan kumulonimbus dengan akumulasi uap air yang besar akan mencurahkan hujan dalam bentuk likuid. Namun, dalam kondisi tertentu puncak awan ini mencapai ketinggian di mana suhu udara di bawah nol derajat celcius. Di level itulah uap air kemudian mulai membeku dan membentuk kristal-kristal es.

Jumlah kristal es meningkat dengan cepat dan ukurannya membesar. Jika semakin membesar, arus massa udara naik tak akan bisa lagi mengapungkannya. Jadilah kristal-kristal es itu berjatuhan. Ketika jatuh kristal es itu akan melewati lapisan udara yang lebih hangat sehingga ia akan meleleh kembali menjadi cair dan turun sebagaimana hujan biasanya.

Akan tetapi ada kalanya kristal es itu melewati lapisan udara yang tetap dingin sehingga pencairan tak terjadi. Bahkan, menggumpal membentuk batu es. Fenomena itulah yang kemudian kita saksikan sebagai hujan es alias hail. (Budi Santoso)

Editor : Nindya Achmadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here