148 Peserta Ikuti Dikjurtaif Abit Dikmata 2019

0
22
pendidikan-tamtama-2019
PERIKSA BARISAN : Komandan Rindam IV Diponegoro memeriksa barisan pada upacara pembukaan Dikjurtaif Abit Dikmata TND AD 2019 di Lapangan Dodiklatpur Glodogan, Klaten Selatan, Senin (16/9).(SM/Merawati Sunantri) TANDA PESERTA: Komandan Rindam IV Diponegoro menyematkan tanda peserta pada upacara pembukaan Dikjurtaif Abit Dikmata TND AD 2019 di Lapangan Dodiklatpur Glodogan, Klaten Selatan, Senin (16/9).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)


KLATEN,suaramerdekasolo.com – Sebanyak 148 peserta akan mengikuti Pendidikan Kejuruan Tamtama Infanteri Abituren Pendidikan Pertama Tamtama (Dikjurtaif Abit Dikmata) TNI AD Gelombang I Tahun 2019. Mereka akan digembleng selama 3 bulan agar menjadi prajurit siap tempur.

Upacara pembukaan Dijurtaif Abit Dikmata berlangsung dipimpin Komandan Rindam IV Diponegoro Kolonel Inf Amrin Ibrahim di Lapangan Dodiklatpur Rindam IV Diponegoro di Desa Glodogan, Kecamatan Klaten Tengah, Klaten, Senin (16/9).

Upacara dihadiri Dandim 0723 Klaten Letkol Inf Minarso, sejumlah pejabat di lingkungan TNI AD, staf ahli bupati Joko Wiyono, sejumlah pejabat terkait dan tamu undangan. Dalam kesempatan itu, Danrindam membacakan sambutan Kepala Pusat Persenjataan Infanteri Mayor Jendral TNI Teguh Pudjo Rumekso.

‘’Pendidikan ini bertujuan mengembangkan kemampuan Tamtama agar memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang didukung sikap dan perilaku sebagai prajurit Sapta Marga, didukung kondisi jasmani prima. Siapkan diri dengan baik agar kelak bisa melaksanakan tugas di satuan,’’ tegas Danrindam.

Dia menambahkan, tantangan yang dihadapi prajurit di masa mendatang semakin berat, sehingga prajurit dituntut untuk memiliki loyalitas yang tinggi, mampu bertindak sebagai garda terdepan TNI AD, memiliki mental baja, tak kenal menyerah dan patuh pada pimpinan.

Selain itu, prajurit diharapkan berpola hidup sederhana dan berupaya agar bermanfaat bagi diri sendiri, keluarga dan satuan serta lingkungan dimana pun dia berada. Kepala guru militer dan pelatih, dia berpesan agar selama menampuh pendidikan memperhatikan faktor keamanan dan menghindari hal-hal yang tidak perlu dalam pelatihan.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here