Hakam Mabruri, Genjot Sepeda Malang-Mesir-Afrika Selatan

0
429
Hakam-Mabruri-bersepeda-Malang-Jakarta-Mesir-Afrika-Selatan1
MAMPIR DI ALUN ALUN SRAGEN: Hakam Mabruri bersama sepedanya beristirahat di Alun-alun Sasana Langen Putro, saat tiba di Sragen dan disambut pengurus GP Ansor dan Banser Sragen, Senin (16/9) petang. (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

APA yang dilakukan oleh Hakam Mabruri (37) ini sungguh luar biasa. Ya, warga asal Bululawang, Kabupaten Malang ini meneguhkan hati bersepeda Malang-Jakarta-Mesir-Afrika Selatan.

Apa yang dilakukan Hakam, demikian biasa dipanggil adalah bagian dari kampanye Islam yang cinta damai atau Islam yang rahmatan lil alamin. Berangkat pada 10 September bertepatan 10 Muharram lalu, pada Senin (16/9) petang, dia sampai di Sragen dan singgah di Alun-alun Sasana Langen Putro, dan ditemui para pengurus GP Ansor dan Banser Sragen.

Hakam mengatakan rute perjalanannya adalah bersepeda dari Malang-Jakarta. Dari Jakarta, dia naik pesawat ke Kairo, Mesir lalu bersepeda ke Cape Town, Afrika Selatan. “Estimasi perjalanan sekitar satu tahun dengan jarak sekitar 17.000 km dan ini bagian dari upaya kampanye dan misi Moslem for Peace, Islam rahmatan lil alamin. Juga memeriahkan Hari Santri Nusantara di Cape Town, Afrika Selatan, tahun depan,” kata Hakam tatkala ditemui.

Pria kelahiran 12 Juli 1982 itu mengatakan bila sudah menyadari dan mempelajari semua resiko atas perjalanannya. Mulai dari rute, penyakit sampai ancaman-ancaman yang mungkin akan dihadapi dalam perjalanan. Anggota Ansor ini mengaku bekal utamanya adalah doa dari para keluarga, kyai, para saudara dan sahabatnya. Tidak lupa, di sepedanya ada perlengkapan shalat dan Al Quran, juga peralatan memasak dan tenda.

“Kalau nanti memulai perjalanan dari Kairo, saya akan menambah bekal dengan stok bahan pangan,” tuturnya.

Ada 14 negara di Benua Hitam yang akan dilaluinya. Mulai dari Mesir, Sudan, Ethiopea, Kenya,Uganda, Rwanda, Tanzania, Mozambique, Malawi, Zimbabwe, Zambia, Botswana, Namibia sampai ke Afrika Selatan. Hakam mengatakan, ini adalah perjalanan keliling dunianya kali kedua.

Kuasa Dua Bahasa

Debutnya dalam perjalanan dunia pada 2017 lalu, yakni bersepeda tandem dengan isterinya, Rofingatul Islamiah dari Malang ke Mesir menempuh jarak sekitar 12.000 km. Saat itu pada 16 Desember 2016 mereka bersepeda dari Malang ke Jakarta.

 

Setelah itu menyeberang ke Sumatera serta meneruskan perjalanan ke negara-negara ASEAN, seperti Malaysia, Thailand, hingga Myanmar. Perjalanan pun berlanjut ke Nepal, India, Arab Saudi, Yordania, Palestina, Israel, dan Mesir. Hakam mengaku berbekal penguasaan bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Pria yang memiliki ternak kambin di rumah ini mengatakan, isterinya sangat mendukung apa yang dia lakukan ini. Apalagi dua tahun lalu pernah bersama-sama diajak keliling dunia Malang-Mesir.

“Bahkan saat perjalanan Malang-Mesir itu isteri saya hamil,” katanya. Dalam perjalanan ini dia mengaku sudah menghubungi pihak Kedutaan Besar RI sampai di Khartoum, Sudan saja. Sebab disana ada pengurus PC Nahdlatul Ulama Sudan. Bila dibanding perjalanan yang pertama, biaya perjalanan keliling dunianya

ini menghabiskan biaya sekitar Rp 80 juta. “Perjalanan kali ini kurang lebih sama, karena duluperjalanan pertama saya bersama isteri,” tegasnya.

Ketua GP Ansor Endro Supriyadi mengaku sangat respek atas misi yang dilakukan Hakam Mabruri, yang mengkampanyekan Islam sebagai agama yang damai. Apa yan dilakukan Hakam harus didukung dan dibantu.

“Apa yang dilakukan Hakam ini adalah upaya bahwa Islam itu adalah agama yang damai, tidak seperti yang dibayangkan banyak orang,” kata Endro. (Basuni H-)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here