Penuh Semangat, Siswa Inklusi Tampil Sebagai Petugas Upacara Bendera

0
upacara-bendera-mi-pk-kartasura
UPACARA BENDERA : Siswa inklusi MI PK Kartasura, Sukoharjo mengikuti upacara bendera di sekolah Senin (16/9). (suaramerdekasolo.com/Ari Welianto)

 

*Upacara Bendera Siswa MI PK Kartasura

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah Program Khusus (MI PK) Kartasura, Sukoharjo, ingin menjadikan anak –anak inklusi (berkebutuhan khusus) sebagai ciri khas sekolahan dan sebagai percontohan untuk sekolah penerima anak inklusi di Jateng.

Langkah awal yang diambil, pihak sekolah memberikan kesempatan kepada anak-anak Inklusi untuk menjadi petugas upacara bendera di sekolahan, Senin (16/9) pagi.

Sebanyak 22 anak inklusi yang ada di MI PK Muhammadiyah Kartasura turut serta dalam upacara bendera. Ada yang menjadi petugas pengibar bendera, pemimpin upacara, dan sisanya sebagai peserta.

Beberapa siswa berkebutuhan khusus tersebut antara lain tunarungu, retardasi mental ringan, donsindrom, sipi, Attention deficit disorder with hyperactive (ADHD), autis, disleksia, dan hiperaktif.

Suasana bahagia dan bangga sangat terasa ketika uapacara bendera berlangsung di sekolah. Ketika anak tunarungu bisa membacakan Undang-Undang Dasar 1945. Kemudian anak-anak autis bisa kompak ketika menyanyi sebagai regu koor, serta berkebutuhan khusus sipi, ketika membacakan janji pelajar Muhammadiyah dan lain sebagainya.

Kepala sekolah Rohmadi mengatakan, pertama kalinya sekolah memberikan kesempatan dan kepercayaan kepada anak-anak Inklusi ini untuk menampilkan kemampuannya menjadi petugas upacara bendera. Sebab, jarang sekali sekolah lain memberikan kesempatan anak Inklusi untuk menampilkan kemampuannya dalam kegiatan di sekolah seperti ini.

“Kami bukan membantu tapi memberikan kesempatan anak Inklusi untuk menjadi petugas upacara agar mereka bisa show up kepercayaan mereka, bagaimana jati diri mereka,” terang Rohmadi ditemui usai upacara bendera.

Dikatakan upacara bendera tadi dilaksanakan untuk memperkenalkan kemampuan anak Inklusi kepada masyarakat, dan khususnya warga sekolah sebagai latar belakang terwujudnya kegiatan tersebut.

Rohmadi menjelaskan sekolah yang termasuk sebagai satu-satunya MI penerima anak Inklusi di Solo Raya ini juga sudah memberikan fasilitas adanya terapi di sekolah untuk anak Inklusi.

Bahkan, satu anak inklusi langsung didampingi oleh satu guru pendamping khusus, ini juga yang menjadi unggulan sekolah ini dibandingkan sekolahan lainnya.

Setiap anak inklusi sudah pasti memiliki bakat-bakat tersendiri di samping kekurangan yang dimilikinya sebagai anak inklusi. “Anak inklusi dan anak regular di sekolahan ini sama,” begitupun pesan yang ingin disampaikan oleh Adi Dibyo Wibowo selaku koordinator inklusi di sekolahan tersebut. (Ari Welianto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan