Tak Mau Terima Produk UMKM Toko Modern Siap-siap Ditutup

0
bpom-bupati-juliyatmono-tanda-tangan-kesepakatan
TANDA TANGAN – Bupati Juliyatmono dan Kepala BPOM Jateng Safriansah menandatangani kesepakatan kerja sama, Senin (16/9)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Bupati Karanganyar Juliyatmono mengulang lagi ancamannya kepada pemilik toko modern seperti Alfamart dan Indomart yang sudah tersebar sampai area kecamatan.

Jika toko modern itu tidak mau menampung produk Usaha Mikro dan Kecil Menengah (UMKM) yang ada di Karanganyar, maka toko modern itu diancam akan ditutup dan izinnya tidak akan diperpanjang.

‘’Toko-toko itu harus menampung dan memiliki gerai khusus yang menjual produk UMKM Karanganyar agar produk milik rakyat itu juga berkembang. Jika tidak, lebih baik tutup, tidak usah diberi izin,’’ kata dia usai menandatangani kesepakatan bersama dengan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Jateng di pendapa tumah dinas, Senin (16/9).

Untuk itu Bupati meminta agar produk yang akan dipajang dan dijual di Indomart juga menyesuaikan, artinya barang yang dijual memiliki standar pengemasan, isi, dan rupa yang menarik, sehingga Alfamart sendiri menjual dan memajang barang itu sejajar dengan yang lain.

‘’Jangan sak-sake, sesukanya, asal-asalan saja, karena seringkali justru UMKM sendiri yang kurang bisa mengambil peluang ini. Pemerintah sudah memfasilitasi semuanya, giliran UMKM yang tinggal masuk namun dengan persiapan yang bagus.’’

Packaging disiapkan yang bagus, warnanya menarik, barangnya memang berkualitas, sehingga saat dijual tokonya juga tidak merasa malu. Jangan hanya bisa protes saja namun ketika ada fasilitas dan peluang tidak diambil.

Tukarkan Virus Positif

Bupati juga mengatakan, ke depan yang didorong untuk tumbuh adalah sektor UMKM. Sebab justru sektor itu yang diprediksi akan tumbuh dan bisa membikin kuat masyarakat. Dan tugas pemerintah untuk memfasilitasi agar pertumbuhannya cepat.

‘’Saya mengundang mahasiswa yang sedang KKN (kuliah kerja nyata) ke Karanganyar semua. Setiap tahun ada ribuan mahasiswa, sebab saya yakin mereka akan menularkan virus yang baik, dan mereka juga datang tidak dengan tangan hampa. Karena itu saya selalu well come dengan mahasiswa KKN.’’

Tentang hubungannya dengan BPOM bupati mengatakan, pengawasan obat dan makanan, khususnya makanan olahan di Karanganyar, memang lebih ketat. Ada 48 daerah yang menjadi contoh perluasan pengawasan BPOM untuk diawasi dan diharapkan menjadi daerah pelopor pasar sehat.

Bupati mengatakan, ke depan pasar yang berkembang adalah jenis makanan olahan yang memenuhi standar halal dari MUI (majelis ulama Indonesia) sekaligus memiliki izin yang sah. Sehingga pelaku UMKM dan juga masyarakat akan tenang saat makan dan mengembangkan jenis makanan olahan itu sebab semua standar sudah terjaga bagus.

‘’Saya sudah memfasilitasi kanal online untuk memajang jenis produksi makanan olahan yang ada di Karanganyar. Bahkan nantinya setelah berizin akan ada daftar khusus dan tanda khusus yang ditempel dan semua ada di internet. Yang tidak berizin silahkan mundur.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan