Tiga Mobil Listrik Karya Mahasiswa UMS ikuti KMHE 2019

0
429
Mobil-Listrik-Karya-Mahasiswa-UMS

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengirimkan Tiga mobil listrik di Kontes Mobil Hemat Energi (KMHE) 2019 yang diselenggarakan oleh Universitas Negeri Malang pada, 24-28 September di Sirkuit JSI Kota Malang, Jawa Timur.

Tiga mobil tersebut merupakan hasil karya mahasiswa Fakultas Teknik UMS ini diberi nama ECRC UEV-15 Trisula dengan type Urban, ECRS Ababil II dengan type Prototype dan Bayu Surya Proto UM 0.0.

Mobil listrik tersebut sudah melalui beberapa tahap seleksi. Itu mulai dari seleksi berkas, seleksi proposal dan proposal progress dari pembuatan masing – masing mobil. Mobil-mobil tersebut pun diluncurkan dan diperkenalkan oleh Wakil Rektor III UMS, Taufik Kasturi di lobi Gedung Siti Walidah UMS, Senin (16/9).

“Sangat membanggakan sekali bisa mengikuti KMHE 2019 nanti,” ujar manajer tim Urban Listrik, Ibnu Shokhibul Khak, disela-sela peluncuran, kemarin.

Dia, bersama tim hanya butuh waktu sekitar sembilan bulan untuk meriset mobil urban ini. Proses awalnya itu merancang dulu, setelah matang melakukan proses manufaktur. Setelah manufaktor selesai, lalu kendaraan di uji coba apakah sudah efesien sistemnya jika belum maka akan di optimalkan lagi.

“Ini kerja tim, ada 18 mahasiswa dengan berbagai jurusan, seperti mesin, elektro dan industri. Untuk mesinnya memakai brushless direct current motor, sedangkan kecepatannya itu 50-60 km/jam dan sudah diuji cobakan,” imbuh Mahasiswa Fakultas Teknik ini.

Mobil-Listrik-Karya-Mahasiswa-UMS2

Meski di ajang KMHE 2019 yang diselenggarakan oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Perguruan Tinggi (Kemenrsitekdikti) nanti timnya termasuk pendatang baru, dia sangat optimistis bisa bersaing. Kalau untuk pesaing itu dari Institut Teknologi Surabaya (ITS), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) yang punyai capaian tertinggi tahun kemarin.

“Meski termasuk pendatang baru di KMHE nanti, tetap optimistis bisa bersaing,” kata dia.

Optimistis Bisa Bersaing

Sementara itu Dosen Pembimbing, M. AL Fatif Hendrawan mengatakan jika pengembangan mobil ini sudah dilakukan tahun 2017 lalu. Tapi baru mobil prototype yang menggunakan tiga roda.

“Selama dua ini mencoba mengembangkan sampai mendekati kelas komersil. Lalu ada kelas namanya kelas urban yang menggunakan roda empat, itu dikembangkan selama sembilan bulan ini sejak bulam Oktober 2018 lalu,” terangnya.

Pada mobil urban itu bobotnya lebih besar dan energy yang dipakai juga besar. Mobil listrik ini hampir tiga kali lipatnya dari yang prototype, jadi tantangannya lebih tinggi. Jadi Urban concept merupakan kedaraan roda empat yang tampilannya mirip kendaraan pada umumnya dan sesuai untuk kendaraan di jalan dengan bahan bakar yang diperbolehkan yaitu gasoline, diesel, ethanol dan listrik.

Sedangkan prototype merupakan kendaraan masa depan dengan desain khusus yang memaksimalkan aspek aerodinamika untuk keperluan lomba dengan bahan bakar yang diperbolehkan yaitu gasoline, diesel, ethanol dan listrik.

“Ini semua diawali dengan riset bersama tidak hanya sekedar pasang merakit saja. Bahkan dinyatakan lolos tahap administrasi yang dilakukan oleh Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti), jadi optimistis bisa bersaing di ajang KMHE 2019,” tandas dia. (Ar Welianto)

Editor : Nindya Achmadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here