Eks Kades Mundu dan Kadus Divonis Penjara

0
743
Eks-Kades-Mundu-dan-Kadus-Divonis-Penjara
GEDUNG KEJARI: Gedung Kejaksaan Negeri Klaten yang baru berada di Jl Pemuda Selatan, Kota Klaten. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

 

*Kasus Pungutan Sertifikat Tanah

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Mantan Kepala Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Waluyo dan Kepala Dusun, Widodo diganjar hukuman penjara dalam kasus pungutan sertifikat tanah. Mantan Kades divonis satu tahun enam bulan dan Kadus diputus satu tahun delapan bulan penjara.

Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, Feri Mupahir melalui Kepala Seksi Pidana Khusus, Ginanjar Damar Pamenang menjelaskan vonis itu dijatuhkan hakim pengadilan Tipikor Semarang yang diketuai Sulistyono pada Senin (16/9) siang.

” Keduanya diajukan ke pengadilan dalam kasus pungutan tidak resmi program Prona tahun 2016,” jelas Ginanjar, Selasa (17/9).

Menurutnya dalam putusanya majelis hakim memutuskan mantan Kades Mundu, Waluyo bersalah melakukan tindak pidana sebagaimana diatur pasal 11 UU 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 KUHP. Selain dipidana penjara selama satu tahun enam bulan penjara, Mantan Kades itu didenda Rp 50 juta dan subsider satu bulan penjara. Atas putusan majelis hakim, terdakwa sempat pikir-pikir.

Sementara Kadus, Widodo oleh majelis hakim dinyatakan bersalah melanggar pasal 55 ayat 1 KUHP dengan pidana satu tahun delapan bulan penjara. Denda Rp 50 juta dan subsider juga satu bulan kurungan. Terdakwa juga menyatakan pikir-pikir. Atas putusan itu, jaksa penuntut umum juga menyatakan pikir-pikir.

Lebih Ringan

Putusan itu menurut Ginanjar, lebih ringan dari tuntutan jaksa yang meminta dihukum keduanya dua tahun penjara. Vonis itu tetap dijatuhkan meskipun keduanya sudah mengembalikan uang.

Hanya saja karena pengembalian uang itu sudah dalam tahap penyidikan maka tidak akan menggugurkan proses hukum. Menurut Kasi Pidsus terjadi tahun 2015-2016 dan disidik Polres Klaten. Dalam kasus itu terungkap keduanya melakukan pungutan liar dalam program sertifikasi tanah land reform.

Program pemerintah yang mestinya gratis itu oleh keduanya ditarik biaya Rp 2 juta per objek. Kasus itu diharapkan menjadi pelajaran bagi perangkat desa di desa lain untuk tidak main-main meminta uang dalam program sertifikasi tanah.

Sebelumnya diberitakan, jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Klaten menetapkan Kepala Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten, Waluyo dan Kepala Dusun, Widodo sebagai tahanan kota. Keduanya ditahan sebab menjadi tersangka pungutan liar program sertifikasi tanah objek land reform tahun 2015-2016. (SM/6/4).

Kepala Desa Mundu, Kecamatan Tulung, Waluyo saat dikonfirmasi beberapa waktu lalu mengatakan dirinya sempat ditetapkan menjadi tahanan kota. ” Tetapi uang sudah dikembalikan,” ungkapnya. Menurutnya dalam kasus itu dirinya ikut serta dan bukan pelaku utamanya. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here