BPBD Gelar Simulasi Penanggulangan Bencana Kantor RRI Solo Diguncang Gempa

0
49
BPBD-Gelar-Simulasi-Penanggulangan-Bencana-Kantor-RRI-Solo-Diguncang-Gempa
SIMULASI BENCANA : Sejumlah karyawan RRI Surakarta mengikuti simulasi yang diadakan oleh BPBD di kantor RRI, Rabu (18/9).(suaramerdekasolo.com/Ari Purnomo Apl)
SOLO,suaramerdekasolo.com –  Kantor RRI Solo diguncang gempa, Rabu (18/9) pagi. Sejumlah pegawai RRI Solo berlarian keluar dari kantor. Mereka membawa serta perlengkapan yang dimilikinya. Seperti tas, jaket atau apapun yang sempat dibawanya. Beberapa di antaranya terlihat melindungi kepalanya menggunakan barang-barang yang dibawanya. 
 
Terlihat pula ada yang berlari secara merunnduk agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Kepanikan jelas nampak dari wajah para pegawai RRI itu. Mereka begitu saja berlarian dan berusaha menyelamatkan diri. Sementara itu, beberapa karyawan yang masih berada di dalam ruangan terlihat langsung berlindung di tempat yang sekiranya aman. 
 
Seperti di bawah meja, dan di tempat aman lainnya. Mereka sekejap meninggalkan aktivitasnya karena gempa yang tengah melanda. Beberapa petugas dan relawan tampak memapah sejumlah karyawan RRI. Mereka mengalami luka parah akibat tertimpa reruntuhan bangunan. 
 
Tetapi, apa yang terjadi ini bukanlah yang sebenarnya. Melainkan hanya sebagai bagian dari simulasi untuk mitigasi bencana. Kegiatan ini diadakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se Eks Karesidenan Surakarta. 
 
Perwakilan BPBD, Kalakhar BPBD Boyolali Bambang Sinungharjo menyampaikan, bahwa kegiatan ini sebagaimana arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Bahwa BPBD harus memberikan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat terkait kebencanaan. Kegiatan ini juga diisi dengan adanya simulasi mitigasi bencana. 
 
“Faktor yang terpenting dalam penanganan bencana adalah mitigasi yakni pengurangan risiko bencana. Dan ini kami mengadakan simulasi dan edukasi kepada masyarakat sebagaimana arahan dari pak Presiden,” katanya. 
 
Simulasi dan Edukasi
 
Pada kesempatan yang sama Kalakhar BPBD Surakarta, Eko Prajudhy Noor Aly mengatakan, simulasi dan juga pelatihan kebencanaan ini cuku rutin diselenggarakan. Diharapkan dengan kegiatan ini masyarakat menjadi lebih tanggap dalam mitigasi bencana. 
 
“Kegiatan ini cukup penting untuk diadakan secara rutin. Sehingga, masyarakat bisa tanggap saat terjadi bencana,” katanya. 
 
Kepala RRI Surakarta, Rachma Juwita, adanya simulasi dan juga edukasi ini cukup penting. Mengingat, selama ini Indonesia berada di jalur teraktif gempa bumi. Indonesia dikelilingi oleh cincin api pasifik dan berada di tiga tumpukan lempeng benua.
 
“Kondisi geografis menjadikan Indonesia menjadi wilayah yang cukup rawan terhadap bencana. Makanya, kami ingin memberikan edukasi serta pemahaman kepada masyarakat mengenai hal yang perlu dilakukan saat terjadi gempa,” tandasnya. (Ari Purnomo Apl)
 
Editor : Hartanto Gondes
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here