Polisi, Jaksa Percepat Penanganan Perkara Karhutla

0
39
bakar-tanah laut
TINJAU KEBAKARAN- Tim Gakkum Polres Tanah Laut bersama tim Kejari Tanah Laut datang ke lokasi Karhutla di Kelurahan Sarang Halang untuk mempercepat penanganan perkara, Selasa (17/9). (suaramerdekasolo.com/dokumentasi)

KALSEL, suaramerdekasolo.com- Polisi dan Jaksa telah membuat nota kesepahaman dalam mempercepat proses penanganan perkara Karhutla di Tanah Laut, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Pihak kejaksaan yang biasanya tidak dilibatkan dalam menyelesaikan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), dalam MoU dilibatkan secara langsung di lokasi kejadian kebakaran.

Hal itu terealisasi dalam penanganan perkara, yakni pada Selasa (17/9), Polres Tanah Laut bersama tim Kejari Tanah Laut turun langsung ke lokasi Karhutla di Kelurahan Sarang Halang untuk melihat kondisi lahan yang terbakar dan melihat bukti-bukti yang ditemukan di lapangan.

Kapolres Tanah Laut AKBP Sentot Adi Dharmawan melalui Kasatreskrim Polres Tanah Laut AKP Alvin Agus Wibawa saat dikonfirmasi suaramerdekasolo.com, sebelum ada MoU, penanganan tindak pidana Karhutla dari Polres ke Kejaksaan tergolong pasif. Pasalnya pihak kejaksaan selaku jaksa penuntut umum (JPU) bersifat menunggu.

”Namun setelah ada nota kesepahaman antara Polres Tanah Laut dengan Kejaksaan Negeri Tanah Laut, pada 11 September 2019, penanganan tindak pidana Karhutla jauh lebih cepat, sebab penyidik kepolisian dengan kejaksaan turun langsung ke lokasi kebakaran hutan dan lahan,” tegasnya saat dikonfrmasi, Rabu (18/9) petang.

Dengan adanya kerjasama ini, lanjut Alvin Agus Wibawa, kasus pidana Karhutla bisa segera selesai. Tim gabungan penegakan hukum (gakkum) Karhutla membuat langkah secara efektif. Kapan harus ekspose, kapan pelimpahan tahap satu dilakukan, kapan pentahapan dua dilaksanakan, jadi semua alur sudah terjadwal dan terencana dengan baik, rapi dan matang.

Adapun dalam mengungkap Karhutla seluas 12 hektar di Kelurahan Sarang Halang, Pelaihari, Polres Tanah Laut menduga Karhulta sengaja dibakar. ”Akibat kebakaran lahan tersebut, kabel listrik bertegangan tinggi wilayah Kalselteng yang melintas di atasnya hampir terbakar. Dampaknya terjadi pemadaman listrik di seluruh wilayah Kalsel hingga ke Kalteng,” tandasnya.

Kasat Reskrim menambahkan, perkara Karhutla menjadi masalah serius khususnya di wilayah Tanah Laut yang notabene terdapat kawasan hutan maupun lahan. Bahkan kejadian Karhutla di Tanah Laut sempat menduduki posisi pertama atau terbanyak di Kalimantan Selatan.

Berdasarkan data BPBD Kabupaten Tanah Laut, kejadian Karhutla di Tanah Laut hingga 15 September lalu, terjadi sebanyak 328 kali. Sedangkan luas lahan yang terbakar ada 843,15 hektar lahan dan 8 hektar hutan.

Terpisah, Kajari Tanah Laut, Abdul Rahman melalui Kasi Pidana Umum, Agung Wijayanto menjelaskan penanganan tindak pidana Karhutla sebelum ada MoU, pihak kejaksaan hanya bersifat menunggu. Namun dengan adanya nota kesepahaman antara Polres Tanah Laut dan Kejari Tanah Laut, maka dapat mempercepat penanganan perkara. ”Jaksa yang ikut meninjau lokasi kebakaran dan mengetahui sejak awal, sehingga penuntasan perkara dapat dipercepat,” terangnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here