Lima Desa Krisis Air Bersih, Dampak Jaringan Pipa Terbakar

0
dampak-kemarau-panjang
FOTO ILUSTRASI (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Dampak kebakaran hutan Gunung Merbabu mulai dirasakan masyarakat yang tinggal di kawasan lereng gunung tersebut. Dipastikan, sebanyak 5 desa di 3 kecamatan mengalami krisis air bersih.

Krisis Air Bersih

Pasalnya, jaringan pipa air bersih yang mengambil air dari Tuk Sipendok, ikut terbakar. Jaringan pipa tersebut dibuat dari pipa paralon yang mudah terbakar. Apalagi, sebagian besar pipa hanya digeletakkan saja di permukaan tanah.  

Ketua Paguyuban Tirto Mawar, kelompok masyarakat pengguna air dari tuk Sipendok, Prapto Miharjo, mengatakan pipa yang terbakar panjangnya mencapai sekitar 2 kilometer. Pipa-pipa tersebut berada di tebing yang terbakar.

“Ada lima desa yang terkena dampak akibat pipa air bersih terbakar,” ujarnya.

Akibatnya, kelima desa tersebut saat ini tak ada pasokan air bersih. Warga pun mengalami krisis air bersih. Desa-desa tersebut yakni Desa Kembang, Desa Ngagrong dan Desa Seboto di Kecamatan Gladagsari.

“Kemudian Desa Jeruk, Kecamatan Selo dan Desa Kembangkuning, Kecamatan Cepogo.”

Sekretaris Daerah (Sekda) Boyolali, Masruri, mengatakan untuk penanganan kebakaran Gunung Merbabu, Pemkab Boyolali akan menggerakkan semua elemen masyarakat. Terutama masyarakat yang memanfaatkan air dari Tuk atau sumber air yang berada di Gunung Merbabu, untuk membantu pemadaman.

Selain itu sekaligus memperbaiki pipa yang rusak akibat terbakar. “Kita menggerakkan semua elemen masyarakat, terutama yang menggunakan air di beberapa desa, nanti kita gerakkan untuk memadamkan bersama-sama.”

Sedangkan untuk penanganan krisis air bersih akibat dampak kebakaran gunung Merbabu, maka langkah yang paling memungkinkan adalah segera memperbaiki pipa yang terbakar. Yakni mengganti dengan pipa baru.

“Kalau droping air, berat karena medannya sangat sulit. Maka yang paling memungkinkan pipanya segera diperbaiki, dalam seminggu ini harus selesai.”

Masruri menambahkan, Pemkab Boyolali siap memberikan bantuan pipa, karena ini untuk kepentingan masyarakat. Pengadaan pipa selain bantuan Pemkab, juga bisa diambilkan dari dana desa dan swadaya masyarakat. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan