Dirikan Cafe Bhinneka untuk Perkuat Semangat Kebangsaan

Dirikan-Cafe-Bhineka-untuk-Perkuat-Semangat-Kebangsaan
KOPI : Minuman opi dipilih sebagai sajian utama di Cafe Bhineka karena secara fikosofi, kopi berasal dari berbagai daerah di Indonesia namun justru indah karena keberagamannya. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Prihatin atas krisis kebangsaan akibat pudarnya kesadaran berbhinneka tunggal ika, Pusat Studi Pengamalan Pancasila Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta bekerjasama dengan Gerakan Cinta Merah Putih mendirikan Cafe Bhinneka (Cabin)  di lingkungan kampus setempat.
 
Uniknya,  tempat  tersebut tak sekadar didirikan untuk menikmati kopi namun bertujuan untuk memperkuat semangat kebangsaan dan ke-Pancasila-an.
 
“Gagasan kami tentang Cafe Bhineka ini adalah tempat co working space untuk generasi milenial dari dalam maupun luar kampus. Konsepnya adalah menikmati kopi sambil ngobrol mengenai kebangsaan dan pancasila dalam bingkai bhineka tunggal ika, ” kata Kepala Pusat Studi Pengamalan Pancasila Prof Dr Hermanu Jubagiyo kepada wartawan seusai peresmian kafe yang berlokasi di Fakultas Teknik UNS itu. 
 
Dikemukakan Prof Hermanu,  diharapkan dengan didirikannya kafe berlantai dua tersebut bisa diperoleh generasi milenial yang mampu menjadi pelopor persatuan kesatuan. 
 
 
 
Prof Hermanu mengemukakan jika ke depan pihaknya akn mengajak para dosen dan mahasiswa untuk memggelar berbagai kegiatan di tempat itu,  seerti halnya diskusi,  perkuliahan dan hal lainnya yang prinsip utamanya untuk menjaga kebhinekaan.
 
Dikatakan, kesadaran kebhinekaan yang tinggi pada setiap elemen masyarakat akan membuat bngsa lebih produktif bekerja membangun bangsa dalam suasana kebersamaan, musyawarah dan gotong rotong. Mereka tidak akan menghabiskan waktu dan energi untuk mempersoalkan perbedaan yang ada. 
 
Mengapa dipilih kopi sebagai sajian utamanya,  Prof Hermanu mengemukakan selain kopi sedang digandrungi generasi milenial,  kopi juga menjadi representasi keanekaragaman yang ada. Sebab tanaman kopi dihasilkan dari berbagai daerah di Indonesia dengan ciri khas rasa yang berbeda.
 
“Kopi hadir dari berbagai belahan Nusantara dan menjadi keindahan dan keberagaman Indonesia. Filosofi ini yang ingin kmi angkat, ” katanya. 
 
Dialog-dialog
 
Idha Jacinta dari Gerakan Cinta Merah Putih  menambahkan, pendirian Cabin tersebut merupakan hasil CSR dari beberapa bidang usaha serta alumni. Ia mengaku tak bisa memerinci dana yang digunakan untuk membangun kafe di lantai dua yang masih akan disempurnakan lebih lanjut. Sebab sumbangaih yang diterima berupa barang atau bangunan.
 
 
Ia juga menegaskan jika tujuan utama dari cafe tersebut tidak pada aspek bisnis. Sebab dengan investasi yang tidak sedikit,  akan sulit untuk kembali modal dengan berjualan kopi yang harganya dibanderol belasan ribu rupiah saja. 
 
“Kami ingin dialog dialog tentang nilai nilai kebangsaan,persatuan dan pancasila hadir di tengah tengah generasi milenial dan kami mewadahinya di sini,” katanya. (Evie Kusnindya)
 
Editor : Budi Sarmun 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here