Jemput Jenazah Adik, Dua Kakak Susul Jadi Jenazah

0
1426
korban-laka
KELUARGA KORBAN: Keluarga korban kecelakaan ambulan jenazah menunggu prosesi pemakaman di Dusun Tegalan, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Jumat (20/9). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

* Kecelakaan Tol Pejagan Dimakamkan

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Maksud hati hendak menjemput jenazah sang adik, namun Sarjito (45) dan Rohmadi (50) warga Dusun Tegalan, Desa Sidowayah, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten justru menyusul menjadi jenazah. Sebab mobil ambulan Gran Max B 8702 CW yang digunakan mengangkut jenazah terlibat kecelakaan di Ruas Tol Pejagan-Pemalang Km 300 + 400.

Ari (57) kakak ipar ketiga korban mengatakan kecelakaan bermula saat hari Kamis (19/9) sore keluarganya dengan empat mobil hendak membawa pulang jenazah adik bungsunya, Waldono (30) yang meninggal dunia karena sakit di Tangerang.

” Kami berangkat dengan empat mobil keluarga dan satu ambulan,” jelasnya, Jumat (20/9).

Rombongan masuk di ruas Tol Pejagan beriringan dengan mobil ambulan berada di depan. Di dalam mobil berisi jenazah ada enam penumpang lain, yaitu Sarjito, Rohmadi, sopir, satu orang rekan almarhum dan dua warga dusun yang dibawa dari Klaten.

Baca : Atraksi Panahan Gadis Kirgiz, Tutup Wajah Memanah Dengan Kaki

Baca : Tiang Listrik Ini Momok Bagi Kendaraan PMK Klaten. Penyebabnya ?

Saat masuk tol, ambulan tidak ada masalah tetapi sesampai di ruas Desa Kendayakan, Kecamatan Warureja, Kabupaten Tegal, sekitar pukul 17.00 tiba-tiba mobil ambulan melaju kencang ke ruas kiri. Mobil bergerak ke kiri dan menghantam truk di depannya. Akibat tabrakan itu mobil ambulan ringsek di bagian depan dan terseret sekitar 20 meter. Melihat ambulan kecelakaan, rombongan langsung berhenti dan berhamburan mengevakuasi.

Pesan Sopir

Namun, kata Ari, dua adik iparnya tidak bergerak dan dinyatakan meninggal dengan luka benturan di kepala. Sopir yang warga Tangerang ikut meninggal dunia sedang tiga penumpang lain luka berat.

Sebelum berangkat membawa pulang jenazah sang adik, tidak ada masalah dengan mobil ambulan. Sopir ambulan bahkan sempat berpesan kepada semua pengemudi mobil rombongan agar berhati-hati dan jika mengantuk harus diganti.

Namun ternyata pesan itu justru menjadi pesan terakhir sang sopir ambulan. Setelah dibersihkan di RS di Kabupaten Brebes, tiga jenazah adiknya dibawa pulang ke Klaten. Almarhum Waldono langsung dimakamkan tengah malam pukul 24.00 begitu tiba di rumah duka. Namun Rohmadi dan Sarjito dimakamkan Jumat (20/9) pagi pukul 10.00.

” Kami makamkan berjajar dalam satu liang lahat,” ungkapnya.

Kejadian itu membuat keluarganya syok meskipun akhirnya menerima. Sebab sebelum kecelakaan, keluarga sudah menunggu Waldono yang sakit dan meninggal di RS selama tiga hari.

Baca : Pohon Koncangan Raksasa Berusia Setengah Abad, Habitat Macan Tutul

Setelah meninggal hendak dibawa pulang, malah diikuti dua kakaknya. Beberapa tahun sebelumnya, kakak sulung ketiganya, Santosa juga meninggal karena kecelakaan. Ramto, kakak kandung korban mengatakan dua adiknya itu menunggalkan tiga orang anak. Keluarga ikhlas menerima meskipun tidak disangka kejadianya akan beruntun. Dalam satu hari, keluarganya harus menguburkan tiga orang kakak beradik. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here