Nandito Sumenang Impikan Juara Dunia

0
86
Nandito-Sumenang-Saba
FOTO DIRI : Nandito Sumenang Saba. (suaramerdekasolo.com/Setyo Wiyono)

UMURNYA masih sangat belia, 12 tahun. Namun cita-cita tinggi telah mengepung benak Nandito Sumenang Saba. Ya, pemanjat kelahiran Surakarta, 4 September 2007 tersebut membulatkan tekad untuk menggapai impian sebagai juara dunia.

‘’Saya ingin seperti Mas Alfian Muhammad Fajri, jadi juara dunia. Hanya saja bukan nomor speed, tapi lebih suka jalur lead. Jadi harus terus berlatih keras agar bisa mengalahkan lawan-lawannya,’’ kata Dito, sapaan akrabnya, Jumat (20/9).

Tak sekadar niat dan ucapan. Sederet prestasi di sejumlah kejuaraan menjadi bekal awal pelajar kelas enam SDN Kleco 1 Surakarta itu. Anak kedua pasangan Teddy Purwadi Saba dan Ray Syahriyati Danar Dewi tersebut selalu bersemangat dalam setiap latihan rutin di papan panjat kompleks Stadion Manahan.

Terakhir, dia merebut medali perak kelompok pelajar putra dalam ajang Sirkuit Panjat Tebing yang digelar Mapala Arcapada Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Surakarta, 14-15 September lalu. Pada sirkuit yang didukung Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Solo itu, dia bersaing dengan 30-an peserta lain yang sebagian besar merupakan pelajar SMP dan SMA.

figur-nandito

Melompat

Sama-sama mencapai top (puncak jalur pemanjatan), Dito hanya terpaut waktu 26 detik dari juara pertama Aji Pamungkas dari SMPN 1 Karangamalang Sragen. ‘’Biasanya saya tak mau ambil risiko melompat untuk menggapai poin-poin yang susah, saat latihan. Tapi saya putuskan untuk melompat dan ternyata berhasil saat menghadapi jalur sulit dan susah dijangkau, ketika final SPT itu,’’ tutur dia yang juga juara dua lomba pantomim pelajar SD se-Kecamatan Laweyan itu.

Bocah berpostur cukup mungil, tinggi 145 cm dan bertat badan 30 kg itu mulai belajar merayap di dinding sejak kelas empat SDN Kleco 1 pada tahun 2017. Setahun kemudian, Dito meraih gelar juara tiga lead pelajar putra pada kejuaraan di SMAN1 Kudus 2018, serta juara dua lead pelajar putra di ajang Cartenz Unisnu Jepara 2018.

Selanjutnya dia menempati peringkat tiga Kejurprov Kelompok Umur Panjat Tebing Jateng di Banyumas, Juni lalu, serta menembus tiga besar besar spider kid putra kejuaraan terbuka Metala Boulder Competition di kampus UMS, Juli 2019.(Setyo Wiyono)   

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here