Pengabdian Sang Bhayangkara

0
199
rawat-jalan
DIBESUK- AKP Aditia Mulya Ramdhani saat menjalani perawatan di Semarang, dibesuk anggota Polisi dan Polwan, Minggu (22/9).(suaramerdekasolo.com/dokumentasi)

SOLO, suaramerdekasolo.com, Banyak yang bilang kalau, semua pekerjaan pasti ada resikonya. Tetap tidak ada yang mengharapkan hal itu terjadi. Resiko yang cukup berat kini didalami oleh AKP Aditia Mulya Ramdhani, mantan Kasat Reskrim Polres Wonogiri dan Kapolsek Pasar Kliwon, Solo tersebut.

Ayah tiga anak yang baru mendapatkan anugerah kepangkatan luar bisa dari Mabes Polri menjadi perwira menengah berpangkat Kompol itu harus mengalami cobaan dari Allah SWT.

Betapa tidak, lulusan Akademi Kepolisian tahun 2006 itu mengalami kerusakan otak permenan. Seperti diketahui, AKP Aditia Mulya Ramdhani menjadi korban pengeroyokan oleh anggota perkumpulan atau ormas tertentu saat bertugas pengamanan konvoi massa di Sidoharjo, Wonogiri, Rabu (8/5/2019).

Perwira Pertama yang telah mengeyam pendidikan di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) dan lulus 2012 itu dikenal sebagai sosok yang ramah dan selalu mengucapkan salam kepada setiap orang yang ditemuinya. ”Dia orang baik dan disiplin dalam pelaksanaan tugas,” jelas AKBP M Iqbal, perwira menengah yang kini bertugas di Devisi Humas Mabes Polri, kepada suaramerdekasolo.com, Minggu (22/9).

Pada Kamis (16/5/2019), Aditia diterbangkan ke Singapura untuk menjalani perawatan intensif di Singapore General Hospital (SGH). Dan setelah 4 bulan dirawat intensif, AKP Aditia yang belum sadarkan diri kembali ke tanah air dan kini menjalani perawatan di kediamannnya di Pandanaran Hills, Semarang dan berharap dapat kembali mengabdi untuk negeri ini. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here