Aksi Mahasiswa Ricuh, Properti DPRD Solo Rusak

0
aksi-mahasiswa-solo
BERSIHKAN KAWAT :Aparat kepolisian membersihkan kawat berduri yang rusak usai dipakai dalam aksi mahasiwa yang digelar di depan gedung DPRD Solo, Selasa (24/9) siang. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com Aksi mahasiswa menuntut rencana pengesahan sejumlah rancangan undang-undang (RUU) mulai dari RUU KUHP, RUU Pertanahan hingga pembatalan UU KPK yang baru saja disahkan di depan gedung DPRD Kota Solo berakhir ricuh.

Aparat kepolisian menembakan gas air mata dan menyemprotkan air dari mobil water canon guna menghalau kerumunan ribuan mahasiswa. Meski kericuhan lebih parah bisa dihindari, aksi mahasiswa itu menimbulkan korban luka ringan dari aparat dan mahasiswa.

Aksi yang digelar Selasa (24/9) siang itu juga menyebabkan sejumlah properti milik Sekretariat DPRD Surakarta banyak yang rusak.

Kerusakan terparah terlihat di taman di depan kantor sekretariat yang terinjak-injak. Sejumlah kaca pecah, dan seng penutup proyek pembangunan masjid turut rusak.
Bahkan dua aksara DPRD di kanan dan kiri pintu masuk gedung juga rusak karena turut dicopoti sejumlah mahasiswa.

Wakil Ketua DPRD Sugeng Riyanto mengatakan, risiko akan muncul jika da kericuhan besar seperti aksi mahasiswa ini.

“Ya namanya risiko semoga kerugian tidak terlalu besar,” katanya.

Sugeng yang menerima perwakilan mahasiswa termasuk berdialog dari mobil komando milik aparat sebenarnya sudah menerima masuk perwakilan mahasiswa dari berbagai kampus itu. Sayangnya penawaran ini tidak digubris oleh mahasiswa.
“Namun, permintaan mahasiswa ingin semuanya masuk ke gedung dewan ini. Itulah yang menjadi pertimbangan aparat sehingga mahasiswa tidak diperkenankan masuk,” katanya.

Wakil Ketua DPRD lainnya Taufiqurrahman mengaku bersyukur ujung dari aksi mahasiswa berlangsung damai. Meski beberapa menit sempat terjadi gesekan antara aparat dengan mahasiswa. Sama seperti yang disampaikan Sugeng Riyanto, DPRD Surakarta siap menyerap aspirasi mahasiswa dan meneruskannya ke DPR RI.

Seperti diketahui, aksi mahasiswa yang melibatkan ribuan orang dari berbagai elemen kampus di Solo Raya ini berlangsung seja pagi hari. Mahasiswa berkumpul dari depan Stadion Manahan lalu berjalan kaki ke gedung DPRD. Ada juga mahasiswa yang berjalan kaki dari kampusnya seperti PGSD UNS dari Kerten dan mahasiswa UMS dari Pabelan berjalan kaki menuju gedung dewan. Karena jumlah mahasiswa yang turun ke jalan mencapai ribuan, Jalan Adi Sucipto mulai dari simpang empat Baturan ditutup total untuk kendaraan roda empat. (Budi Santoso)

Editor : Hartanto Gondes

 

Tinggalkan Pesan