Guru SMP di Wonogiri Ditangkap Karena Mengedarkan Narkoba

guru-pengedar-narkoba
BARANG BUKTI : Kabagops Polres Wonogiri Kompol Agus Pamungkas dan Kasatresnarkoba AKP Suharjo memperlihatkan barang bukti kasus penyalahgunaan Narkoba di Mapolres Wonogiri, Selasa (24/9). (suaramerdekasolo com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com –¬† Polres Wonogiri menangkap tiga orang tersangka penyalahguna Narkoba. Mereka adalah Arief Nur Rokhim alias Gembok (30), Agus Arifin alias Kancil (34), dan Aris Harjiyanto alias Pethex (41). Salah seorang di antara mereka berprofesi sebagai guru SMP di Kabupaten Wonogiri.

Kapolres Wonogiri AKBP Uri Nartanti Istiwidayati melalui Kabagops Kompol Agus Pamungkas dan Kasatresnarkoba AKP Suharjo mengungkapkan, pihaknya pada 18 September lalu menangkap Arief Nur Rokhim (30) seorang warga Dusun Ploso RT2 RW1 Desa Hargantoro, Kecamatan Tirtomoyo
yang berprofesi sebagai guru Teknik Informatika dan Komputer (TIK).
“Kami mendeteksi adanya pengedaran Narkoba, selanjutnya kami melakukan penangkapan tersangka di Tirtomoyo,” kata Agus, Selasa (24/9).

Dari tangan tersangka tersebut, polisi menemukan dua pipet kaca yang di dalamnya masih terdapat sisa sabu-sabu, dua sedotan plastik, dua tutup botol yang diberi dua lubang, dan satu korek api gas. Selain itu, polisi juga menemukan 2.904 butir obat daftar G berwarna putih dengan logo huruf “LL”.

Saat diperiksa, tersangka mengaku mengedarkan obat-obatan terlarang itu sejak setahun yang lalu. Dia menjualnya dengan harga sekitar Rp 25.000 per butir. Namun, dia membantah mengedarkan barang haram itu kepada murid-muridnya.

“Saya sudah menjual sekitar 25 kali. Sasarannya anak-anak muda,” ujar tersangka.

Polisi kemudian mengembangkan kasus tersebut. Mereka mendapat informasi, bahwa obat-obatan terlarang itu dipasok dari seorang bernama Agus Arifin (34) warga Gempolkerep, Kelurahan Krembangan, Kecamatan Gudo, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. “Hari itu juga kami
langsung melakukan penangkapan terhadap tersangka Agus di rumahnya,” imbuh Kasatresnarkoba.

Polisi menemukan sebuah pipet kaca yang di dalamnya masih terdapat sisa sabu-sabu dan 37 buah pipet kaca lainnya di rumah tersangka. Selain itu, polisi menyita dua buah ponsel, sebuah buku tabungan, dan sebuah kartu ATM.

“Tersangka Arief dan Agus kenal saat mereka berdua mondok (pesantren). Dengan penangkapan ini, kita berhasil menyelamatkan generasi muda dari Narkoba,” terangnya.

Sementara itu, Polres Wonogiri juga menangkap seorang penyalahguna obat-obatan psikotropika di Desa Soco, Kecamatan Slogohimo, 12 September lalu. Mereka menangkap Aris Harjiyanto (41) warga Dusun
Nusupan RT2 RW6 Desa Soco di sebuah warung kopi di Kelurahan Bulusari, Kecamatan Slogohimo.

Polisi menggeledah tersangka dan menemukan sebuah kapsul warna oranye yang diduga berisi obat psikotropika jenis Klonozepam. Polisi kemudian menggeledah rumahnya dan menemukan satu kapsul warna kuning hijau. Para tersangka kini ditahan di Polres Wonogiri. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun 

Tinggalkan Pesan