Dies Ke 64, SMP 1 kenalkan Literasi Finansial Ke Siswa

0
usaha-smp-1-karanganyar
BERJUBEL – Siswa berjubel di arena market day yang memamerkan usaha siswa sendiri di halaman SMP 1 Karanganyar, Sabtu (28/9). (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Dies natalis atau memperingati hari jadi ke 64 tahun SMP 1 Karanganyar mencoba lebih mengentalkan dan mengenalkan siswa pada literasi finansial, membangkitkan jiwa wirausaha kepada siswa.

Selama dua hari, siswa diajak berpameran untuk mengenalkan hasil karyanya ke khalayak. Seperti membuat ekspo hasil prakarya siswa, market day dengan mengenalkan dan mengajak siswa untuk mengenal pasar, berjualan hasil karya sendiri, walau sekedar cilok, sosis bakar, kentang goreng, susu, es krim, jajan pasar, yang dijajakan pada teman sendiri.

‘’Termasuk pada orang tua siswa yang hari itu diundang ke sekolah untuk mengambil rapor tengah smester, sekaligus melihat penampilan kesenian anak-anak mereka di panggung, dan memberi semangat anak-anak untuk tidak malu tampil di panggung dan jual beli di ekspo makanan,’’ kata Sudrajat, Kepala SMP 1 Karanganyar, Sabtu (28/9).

Suasana halaman sekolah menjadi riuh rendah dengan ramainya ekspo dan juga pentas seni siswa sekolah yang baru saja menerima hadiah dari Kemendikbud dengan meraih penghargaan BOS kinerja sebesar Rp 600 juta itu.

Drajat mengatakan, sudah saatnya SMP 1 tampil tetap dengan cirikhasnya sekolah yang berkarakter dan siswanya cerdas serta memiliki relijiusitas yang tinggi. Sekolah harus tetap menjadi sekolah rujukan dengan seabreg prestasi siswanya.

‘’Saya ingin mendidik siswa agar dari dini mereka berkeyakinan tidak perlu menjadi pegawai negeri, sebab mereka sudah tergembleng rasa wirausahanya. Menjadi wirausaha bukan suatu yang remeh, dan memerlukan bekal, terutama keberanian,’’ kata dia.

Literasi Finsial

Bersama DR Nuning yang juga pengawas SMP Dinas Dikbud yang mewakili Bupati membuka acara  pentas seni dan ekspo itu, Drajat mengatakan, literasi finansial dengan mengenalkan dan membangkitkan jiwa wira usaha siswa itu sangat penting. Sejak dini jiwa wirausaha itu harus ditumbuhkan.

Dengan antusias siswa juga menunjukkan bahwa mereka bisa berkarya, tidak malu meski hanya berjualan cilok, sosis bakar, maupun susu coklat dan juga es krim. Selain itu hasil prakarya mereka yang beragam ternyata juga cukup membanggakan dengan memanfaatkan barang bekas untuk membuat topeng, tas, dompet, dan aneka prakarya lainnya.

DR Nuning mengatakan, penghargaan dari sejumlah prestasi, antara lain juara cerdas cermat se kabupaten, juara lomba pidato Bahasa Inggris, juara lomba pidato Bahasa Indonesia, diraihnya penghargaan BOS kinerja yang diukur dari nilai yang bagus hasil ujian nasional dan USBN dua tahun berturut-turut, merupakan bukti SMP 1 Karanganyar masih terbaik di Karanganyar.

‘’Untuk BOS kinerja, se kabupaten yang terpilih hanya SMP 1 Karanganyar dan SMP 3 Colomadu. Hadiahnya uang BOS tambahan senilai Rp 19 juta untuk sekolah dan untuk operasional siswa Rp 2 juta. Siswa kelas 1 sebanyak 280-an,’’ kata Nuning.

Itu karena prestasi yang konsisten dari SMP 1 dan juga data pokok pendidikan yang dilaporkan secara baik dan konsisten. Itumenjadi contoh sekolah lain untuk konsisten membina siswa dan membuat laporan dapodik dengan baik.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun 

 

Tinggalkan Pesan