Pilkades Klaten, Cakades Diminta Hindari Politik Uang

0
pilkades-serentak-klaten
DEKLARASI : Para calon kades mengikuti deklarasi Pilkades damai di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Sabtu (28/8).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Calon kepala desa diminta untuk menghindari politik uang dan mengutamakan persatuan dan kesatuan selama pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Tahap III tahun 2019.

Ada 219 calon kepala desa (cakades) akan bersaing merebut simpati masyarakat pada Pilkades, 9 Oktober 2019 mendatang. Mereka menegaskan kesiapan menjaga situasi kondusif sebelum sampai usai Pilkades.

‘’Saya minta kepada calon kades agar mereka siap menang dan siap kalah. Mau menerima dan mendukung siapapun calon yang terpilih. Nek menang ora umuk, nek kalah ora ngamuk, tetap menjaga kesatuan dan persatuan dan menghindari politik uang,’’ tegas Bupati Sri Mulyani.

Deklarasi Damai

Hal itu ditegaskan saat Deklarasi Damai yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dispermasdes) Klaten di gedung  pertemuan Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Sabtu (28/9). Acara dihadiri panitia Pilkades dan BPD, para pejabat terkait dan Forkompimda.

DEKLARASI : Para calon kades mengikuti deklarasi Pilkades damai di Desa Pluneng, Kecamatan Kebonarum, Klaten, Sabtu (28/8).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

Dalam deklarasi tersebut, 219 calon kepala desa menyatakan siap menaati peraturan yang ada. Mereka menyatakan tidak akan memberikan janji palsu yang dapat meresahkan masyarakat dan serta tidak akan saling menghujat antara bakal calon.

Kepala Dispermasdes Klaten Joko Purwanto mengatakan, Pilkades serentak tahap III tahun 2019 akan diselenggarakan di 77 desa dengan totak 219 calon. Dari jumlah tersebut terdapat dua desa yang calonnya merupakan pasangan suami istri.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan