Ada ASN Karanganyar Desak Mutasi Segera Diumumkan, Ini Tanggapan Bupati

mutasi-pejabat
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Desakan Aparat Sipil Nasional (ASN) Karanganyar yang minta Bupati Juliyatmono segera menggelar mutasi, ditanggapi senyum oleh Bupati Juliyatmono.

Beberapa ASN memang sudah tidak sabar kepengin segera menempati tugas baru, setelah masa cuti Bupati untuk memutasi ASN habis pada 15 Juni lalu.

Sebagai pimpinan daerah yang nyalon di pilkada dan terpilih kembali, Bupati memang tidak boleh melakukan mutasi enam bulan sebelum pilkada dan enam bulan setelah dilantik. Bupati Juliyatmono sendiri baru dilantik pada jabatan kedua 15 Desember 2018, sehingga sampai 15 Juni cuti tidak boleh melantik.

‘’Sekarang setelah masa itu selesai, dan jabatan eselon IV, III, dan II kosong banyak, seharusnya sudah bisa dilakukan pengisian atau mutasi. Untuk eselon IV dan III serta mutasi eselon II setingkat kepala dinas, itu wewenang Bupati. Sedangkan untuk mengisi jabatan harus lewat panitia seleksi terbuka,’’ kata salah seorang ASN yang tidak mau disebut namanya.

Ada ASN yang sudah menduduki jabatan di sebuah kepala bidanng sampai 6 tahun, sehingga dia merasa sudah waktunya pindah kerja karena situasinya sudah tidak nyaman sebab terlalu lama duduk sebagai kepala bidang.

Sehingga mutasi menjadi harapan baginya untuk mengubah nasib agar pola kerjanya tidak monoton. Dan yang senasib dengan drinya di Karanganyar cukup banyak sehingga perlu perubahan agar kerjanya dinamis dan lebih menantang.

Bupati Juliyatmono saat dimintai komentar soal mutasi itu, hanya tersenyum. Dia bisa memaklumi kemecer-nya para ASN untuk segera mutasi itu. Apalagi dengan banyaknya jabatan kosong menjadikan pekerjaan menjadi lebih berat sebab mereka harus merangkap jabatan.

Hal itu diakui Sekda Sutarno. Karena jabatan banyak kosong, kinerja ASN tidak terganggu secara umum. Pelayanan masih berjalan, namun resikonya ASN harus kerja dobel karena merangkap jabatan yang kosong itu. Sebab meski pejabatnya sudah pensiun namun pekerjaannya tidak mungkin pensiun.

‘’Idealnya jumlah ASN di Karanganyar harus 13.600-an namun hanya tersisa sebanyak 9.150-an, artinya ada jabatan kosong dari eselon IV sampai II ratusan jumlahnya. Belum tenaga fungsional yang juga tidak terisi,’’ kata dia.

Fokus Pada Tugas

Bupati Juliyatmono mengatakan, proses mutasi yang dulu di tangan Bupati pun sekarang ribet harus dilaporkan ke Komisi ASN di Jakarta. Tidak bisa lagi seenak hati Bupati melakukan mutasi. Karena itulah dia sampai sekarang belum bisa melakukan mutasi.

‘’Sekarang semuanya harus sepengetahuan Komisi ASN. Sehingga jabatan yang kosong harus dilaporkan, pengisinya harus lapor apakah sesuai dengan kompetensinya, dan malah eselon II harus lewat seleksi mutasi agar yang ditempatkan sesuai kompetensinya,’’ kata dia.

Setelah pejabatnya ikut seleksi, baru diketahui nanti setelah dimutasi, jabatan yang kosong, dan harus lapor lagi ke Komisi ASN untuk melakukan seleksi terbuka, dan hasilnya rekomendasi untuk melakukan pembentukan panitia seleksi, lapor lagi hasilnya, disetujui, dan baru dilantik. Jadi prosesnya sekarang betul-betul ribet dan butuh waktu lama tidak bisa tergesa-gesa.

Karena itu dia meminta ASN untuk fokus pada tugas yang ada sekarang, nanti waktunya mutasi pasti akan ada mutasi. Dan itu pasti akan sesuai dengan kompetensi sebab sebelumnya sudah ada talent pool yang hasilnya mendeteksi kompetensi ASN.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

 

Tinggalkan Pesan