Kapolda Beri Penghargaan Kepada Polisi Korban Unjuk Rasa

0
kapolda-beri-penghargaan-korban-demonstrasi
BERIKAN PENGHARGAAN : Penghargaan: Kapolda Jateng Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memberikan penghargaan kepada anggota Polresta Surakarta, Selasa (1/10). (suaramerdekasolo.com/dok)
SOLO,suaramerdekasolo.com – Kapolda Jawa Tengah (Jateng), Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel memberikan penghargaan kepada tujuh anggota Polresta Surakarta yang menjadi korban saat mengamankan aksi unjuk rasa di depan gedung DPRD, Senin (30/9) malam WIB.
 
Penghargaan diberikan kepada lima Polwan dan dua polisi di Mapolresta Surakarta. Selain kepada para korban, Kapolda juga memberikan penghargaan terhadap jajaran Polresta Surakarta karena telah melakukan pengamanan tanpa ada tindakan represif.
 
Usai memberikan penghargaan Kapolda menyampaikan bahwa penghargaan diberikan karena jajaran Polresta Surakarta sudah melakukan pelayanan yang sesungguhnya saat mengamankan aksi. Pelayanan yang sesungguhnya yang dimaksud Kapolda yakni dengan memberikan pengamanan terhadap peserta aksi unjuk rasa
 
“Meskipun mereka melakukan pelemparan, menyerang petugas yang mengamankan. Tetapi, petugas tidak melakukan kekerasan terhadap peserta aksi yang melakukan kekerasan. Kecuali mereka yang melakukan perusakan terhadap properti,” ungkapnya, Selasa (1/10). 
 
Kemarin, Kapolda melanjutkan, saat mengamankan aksi sebenarnya waktu sudah melebihi batas. Tetapi, petugas masih memberikan kelonggaran kepada para pengunjuk rasa. Kemudian para peserta mulai memprovokasi, melakukan pelemparan. Tetapi, petugas tidak membalasnya. 
 
“Meskipun ada petugas yang terluka akibat lemparan dari peserta. Inilah yang namanya memberikan pelayanan yang sesungguhnya. Tidak membalas meskipun sudah dilempari dan di provokasi,” bebernya. 
 
Meski mendapatkan provokasi, Kapolda menambahkan, polisi tidak melakukan tindakan represif. Melakukan melakukan aksi yang menuai simpati dari pengunjuk rasa yakni bernyanyi. Akhirnya para pengunjuk rasa luluh dan meminta maaf kepada petugas. Dan memeluk sampai menangis, dan pelaku pelempar mengaku bahwa dia yang melakukan pelemparan kemudian meminta maaf. 
 
“Para Polwan yang menjadi korban ini memang saat itu mereka berada di barisan depan. Mereka merupakan negosiator, yang bertugas meredamkan aksi,” tutup Kapolda. (Ari Purnomo Apl)
 
Editor : Sri Hartanto
 
 

Tinggalkan Pesan