KPK Hanya Trigger, Masyarakat Lebih Berperan Cegah Korupsi

0
kpk-karanganyar
ANTIKORUPSI : Ketua KPK Agus Rahardjo berdialog dengan siswa, saat sosialisasi antikorupsi di Plasa Alun-Alun Karanganyar, Selasa (1/10). Kegiatan itu merupakan rangkaian dari acara Roadshow Bus KPK 2019 Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi selama dua hari di Karanganyar, 1-2 Oktober. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)
KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Kabupaten Karanganyar menjadi kota terakhir rangkaian perjalanan Roadshow Bus KPK 2019 Jelajah Negeri Bangun Antikorupsi, pada tahun ini. Selama dua hari, Selasa-Rabu (1-2/10), bus yang dilengkapi perlengkapan audiovisual, komputer dan perpustakaan untuk kegiatan sosialisasi gerakan antikorupsi, singgah di Bumi Intanpari.
 
Beragam kegiatan digelar, selama dua hari kegiatan berlangsung. Mulai dari parade antikorupsi, sosialisasi antikorupsi untuk masyarakat umum, pelajar, kepala desa dan lurah, hingga anggota DPRD dan pimpinan partai politik, serta pentas wayang kulit antikorupsi.
 
Seremoni pembukaan kegiatan, digelar di pendapa rumah dinas bupati, Selasa (1/10). Hadir dalam acara tersebut, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen.  
 
Di sela seremonial, dilaksanakan penandatanganan piagam pencanangan pembangunan zona integritas di lingkungan Pemkab Karanganyar oleh Bupati Karanganyar Juliyatmono, Ketua KPK Agus Rahardjo, Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen dan Inspektur Provinsi Jateng Hendri Santoso.
 
Saat menyampaikan sambutan, Ketua KPK menyatakan, lembaga yang dipimpinnya hanyalah trigger dari gerakan antikorupsi. “Sebab, yang lebih berperan dalam aksi antikorupsi adalah masyarakat, juga mereka yang diamanahi jabatan. Semua harus berkontribusi, dalam aksi antikorupsi,” tandasnya.
 
Kehadiran KPK, menurutnya, cukup berhasil membuat indeks korupsi di Indonesia meningkat. Pada 1999, setelah Indonesia lepas dari orde baru, indeks korupsi di tanah air berada di angka 17 persen.
 
“Setelah KPK lahir dan dilakukan pembenahan di berbagai bidang untuk menekan korupsi, pelan-pelan indeks Indonesia naik. Tahun 2018, skor kita di angka 38 persen. Di Asia Tenggara, yang paling tinggi Singapura. Indeksnya 80 persen lebih. Semakin tingkat korupsinya kecil, angka indeksnya semakin tinggi,” paparnya.
 
Pencegahan Korupsi 
 
Dia berharap, seluruh masyarakat Indonesia berkontribusi agar tingkat korupsi semakin kecil. “Yang perlu jadi pemahaman bersama, hasil dari aksi antikorupsi itu ada. Cuma naiknya indeks masih kurang cepat. Agar cepat, maka butuh kontribusi semua pihak,” imbuhnya.
 
Bupati Karanganyar Juliyatmono berharap, kegiatan Roadshow Bus KPK 2019 di Bumi Intanpari akan berdampak pada pencegahan tindak korupsi.
 
“Korupsi harus diperangi bersama-sama. Kehadiran Bus KPK ini mengingatkan kita semua, agar melaksanakan tugas dengan baik dan tidak melakukan hal-hal yang dilarang. Baik dilarang secara agama, maupun secara regulasi,” tandasnya.
 
Dia mengajak semua lapisan masyarakat berkontribusi dalam pencegahan korupsi. “Sebab, KPK tidak akan efektif memerangi korupsi, kalau masyarakat tidak berkontribusi dengan mencegah dirinya sendiri dari perbuatan koruptif,” tuturnya.
 
Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menambahkan, Pemprov Jateng mempunyai program pembelajaran antikorupsi di sekolah-sekolah, sebagai upaya mencegah tindakan korupsi sejak dini. “Ini upaya untuk membangun peradaban antikorupsi,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 
 
Editor : Budi Sarmun
 
 
 
Area lampiran
 
 
 

Tinggalkan Pesan