Angin Kencang Rusak Belasan Rumah Warga Keden Kulon Sragen

IMG-20191003-WA0028-rumah-warga-keden-kalijambe
DITERJANG ANGIN : Rumah warga Keden, Kalijambe, Sragen yang diterjang angin kencang. (suaramerdekasolo.com/dok)

SRAGEN,suaramerdeksolo.com – Musibah angin kencang melanda wilayah Dukuh Keden Kulon RT 4 Desa Keden, Kecamatan Kalijambe pada Rabu (2/10), sekitar pukul 12.30 WIB.

Meski sempat membuat ketakutan para warga, namun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu. Hanya saja, tercatat sekitar 14 rumah warga yang mengalami kerusakan.

Tukinah salah satu warga mengatakan, angin kencang itu datangnya secara tiba-tiba. Sebelumnya cuaca siang itu agak mendung dan disertai angin kencang.

“Saat kejadian, saya sedang berada di teras rumah bersama cucu dan tiba-tiba saja angin kencang terjadi dan membuat warga ketakutan,” kata dia.

angin-puting-beliung
PERBAIKI RUMAH: Warga dibantu personel TNI dan petugas BPBD memperbaiki rumah yang mengalami kerusakan akibat angin kencang yang terjadi pada Rabu (2/10) siang. (suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

Warga tidak bisa berbuat banyak dan hanya pasrah dengan kejadian itu dan angin kencang menghantam belasan rumah warga.

Akibat kejadian itu, rumah warga banyak yang rusak, dimana banyak genteng yang hilang beterbangan bahkan ada yang sebagian atap rumahnya hilang diterjang angin.

Hingga Kamis (3/10), masih ada sebagian warga yang merasa trauma dengan kejadian tersebut. Ada diantara mereka yang memilih duduk di teras atau bagian depan rumah, mengantisipasi bila musibah angin kencang kembali terjadi lagi.

Gotong royong

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sugeng Priyono mengatakan, akibat kejadian tersebut setidaknya ada 14 rumah warga yang mengalami kerusakan. 

IMG-20191003-WA0027-rumah-warga-keden

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa itu, juga tidak ada yang memerlukan bantuan medis. Kerugian materi Rp 20 juta. Akibat kejadian itu, warga juga terganggu aktifitasnya,” kata Sugeng.

Selain itu, juga sudah dilakukan kegiatan membersihkan dan memperbaiki bagian rumah yang rusak. Kegiatan melibatkan petugas BPBD, perangkat desa, personel TNI dan warga masyarakat sekitar. Juga PMI dan bidan desa setempat serta petugas PLN.

Serka Sukijan, salah satu anggota TNI mengatakan, untuk meringankan beban para warga yang rumahnya mengalami kerusakan, dilakukan gotong-royong, membersihkan puing-puing hingga memperbaiki bagian rumah yang rusak. Gotong-royong itu melibatkan anggota TNI, petugas BPBD, anggota ormas dan warga masyarakat. (Basuni Hariwoto)

 

Editor : Budi Sarmun 

 

 

Tinggalkan Pesan