Pengurus Bumdes Akan Dikursuskan Ke China dan Jepang

0
44
ilustrasi-bumdes
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com  – Para pengurus Bumdes di Karanganyar mendapatkan tawaran dari Kementerian Desa untuk dikursuskan tentang one village one product ke China, Jepang, Korea, Thailand dan India. Negara-negara tersebut sudah cukup sukses membina desa di wilayahnya sehingga tiap desa memiliki keunggulan product untuk berkembang.

‘’Silahkan mendaftar, ini yang sudah mengajukan Bumdes di Mojogedang, namun karena terlambat mengurus paspor akhirnya diberangkatkan pada 2020 mendatang, tujuannya ke India,’’ kata Utomosidhi Hidayat, Kepala Dispermasdes (Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa) Karanganyar, Kamis.

Untuk bisa dikursuskan ke luar negeri memang dibuka kepada seluruh pengurus bumdes untuk mendaftar. Karena itu sifatnya menunggu. Jika ada yang berminat, termasuk negara tujuannya, maka Kementerian Desa akan membiayai, termasuk program apa yang diinginkan.

Perhatian pemerintah untuk mengembangkan bumdes sangat tinggi. Seiring dengan upaya memajukan desa, maka bumdes menjadi sentral untuk menumbuhkan usaha desa, mengembangkan produk unggul. Dan China serta Jepang dan negara itu sudah berhasil dengan pembangunan desa sehingga produk unggulan menjadi sumber kehidupan desa.

Pemkab Karanganyar sendiri sudah membuka dan mendorong bumdes untuk merangkul pihak ketiga untuk mengembangkan desa. Sebab jika hanya mengandalkan dana desa tidak mungkin mengembangkan desa unggulan.

‘’Desa Berjo di Ngargoyoso sudah mendapatkan suntikan dana dari pihak ketiga sebesar Rp 1,5 miliar, dan pengembangan wisata di situ sudah diserahkan ke bumdes. Desa Munggur Mojogedang juga sudah mulai dilirik investor untuk mengembangkan bumdes, desa Malanggaten di Kebakkramat menyusul.’’

Keleluasaan itu tidak mungkin ditangkap investor tanpa kepiawaian kades untuk mengembangkan konsep bumdes yang ada di desanya. Produknya apa, dikembangkan kemana, seperti apa, semuanya harus dibuka di depan investor.

Karena itu mereka ditawari kursus di luar negeri agar cakrawala berpikirnya berkembang dan semakin transparan dalam pemikiran yang maju untuk mengembangkan bumdesnya. Sehingga di seluruh desa akan terwujud one village one product.

Didik Darmadi Dirut BPR/BKK Tasikmadu yang dihadirkan sebagai narasumber mengatakan, kemajuan bumdes memang sangat tergantung pada kadesnya. Jika kades visioner dan berwawasan ke depan, maka bumdes akan berkembang.

‘’Kami di BPR/BKK Tasikmadu terbuka untuk desa manapun untuk memikirkan bumdes. Kalau perlu kami siap mendampingi pengurus bumdes dan kades untuk berdiskusi bersama apa produk yang bisa dikembangkan di desa tersebut,’’ kata dia.

Didik juga mengatakan keinginannya membantu salah satu usaha bumdes untuk pemasukan. Bumdes mengelola pembiayaan pembayaran listrik warga desa, dan pihaknya menyerahkan sepenuhnya pada bumdes untuk diurus, dengan kompensasi satu warga memperoleh Rp 1.500 untuk satu rekening.

‘’Saya kira sangat terbuka usaha lainnya untuk bumdes bisa mendapatkan hasil yang bisa menambah modal bagi kemakmuran bumdes.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here