Selami Karakteristik Kota Solo

figur-dandim-solo
FOTO DIRI : Dandim 0735/Surakarta, Letkol Inf Wiyata S. (suaramerdekasolo com/Budi Sarmun)

 

LETNAN Kolonel (Letkol) Inf Wiyata Sempana, resmi menjabat sebagai Komandan Kodim 0735/Surakarta menggantikan pendahulunya Letkol Inf Ali Akhwan yang bertugas di Kodam IV Diponegoro.

Tiga minggu setelah melepaskan jabatan sebagai Dandim 0734/Yogyakarta dan bertugas di tempat yang baru, Letkol Inf Wiyata langsung turun ke bawah. Insting prajurit komando pasukan khusus (kopassus) yang melekat di dadanya mengharuskan dirinya mengenali medan tugas yang baru.

Ia pun mempelajari secara seksama tantangan, hambatan dan permasalah yang ada di Kota Solo termasuk turun ke bawah di tengah-tengah masyarakat.

Suami Nindya Pratita, juga harus membiasakan diri sebagai salah satu komandan dalam pengamanan VVIP Presiden dan keluarga presiden sebagai satgas pamWil.

“Tantangan-tantangan seperti pengamanan VVIP dan mengenal lebih mendalam karakteristik Solo ini yang harus segera saya pengang. Terkait karakter Kota Solo sebenarnya tidak jauh berbeda dengan tempat dinas sebelumnya di Jogja. Sebab Solo menjadi pusat kegiatan wilayah penyangga,” katanya saat ditemui suaramerdekasolo.com dalam sebuah kegiatan pengamanan aksi unjuk rasa di gedung DPRD Solo belum lama ini.

Penggemar Soto

Sosok kelahiran November 1980 ini mengungkapkan, selain Solo sebagai kota yang heterogen, majemuk dan tempat kelahirannya RI 1. Solo adalah satu surganya kuliner. Dari sekian banyak kuliner yang ada di Kota Bengawan, soto yang menjadi favoritnya.

“Saya gemar yang segar-segar, saya senang menu soto,” kata bapak satu anak kelahiran Bandung ini.

Lulusan Akademi Militer tahun 2001 dengan penugasan pertama pada 2003 di Grup 1 Kopassus, dan 2017 sebagai Danyon-31 Grup 3 Kopassus mengaku pernah bercita-cita berdinas di Solo. Waktu itu asanya bukan sebagai dandim, seperti yang diimpikannya seperti sekarang ini.

“Saya dulu bercita-cita bertugas di Grup 2 Kopassus (Kandang Menjangan Kartasura), tetapi alhamdulillah pimpinan malah menugaskan saya di sini (sebagai dandim Solo-red). Sama saja bertugas di Solo,” katanya.

Kendati demikian, ia bersyukur atas karunia itu dan berupaya sekuatnya menjalankan tugas termasuk melanjutkan tongkat komando dari penerusnya. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here