Mendikbud Luncurkan Buku Karya Siswa SD Muhammadiyah PK

0
23
IMG-20191004-WA0027-mendikbudi-sd-muhammadiya-pk
PESAN: Mendikbud RI, Muhadjir Effendy didampingi Kepala SD Muhammadiyah PK Kottabarat, Nursalam (paling kanan) menuliskan kesan pesan saat melaunching buku karya siswa. (suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Menjadi kebanggaan tersendiri bagi para siswa SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat yang berhasil menuangkan pengalaman mereka menjadi sebuah buku berjudul “Harmoni Kampung Ramadan”. Pasalnya,  buku karya para siswa tersebut, Jumat (4/10) diluncurkan oleh

Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, bersaman dengan peresmian gedung SMA Muhammadiyah PK

Bahkan Mendikbud mengaku terkesan dengan penerbitan buku kumpulan tulisan yang berisi pengalaman siswa kelas V SD Muhammadiyah PK Kottabarat saat mengikuti program Kampung Ramadan di desa Tegalsari, Sambi, Boyolali pada Ramadan tahun lalu. Para siswa menuliskan pengalaman mereka tinggal di rumah-rumah penduduk pedesaan sekaligus mengikuti kegiatan keseharian bersama mereka.

“Bagus, hebat, anak SD bisa membuat buku,” ungkap Mendikbud seusai membacanya.

Peluncuran buku ditandai dengan penulisan kesan pesan dan penandatanganan oleh Mendikbud RI, Muhadjir Effendy. Pesan yang disampaikan Mendikbud adalah pentingnya sekolah mempertajam kompetensi 5 C siswa untuk memasuki era revolusi industri 4.0. Kompetensi tersebut antara lain, critical thinking (berpikir kritis), communication skill (kemampuan berkomunikasi), collaboration (kolaborasi), cerativity (kreatifitas), dan confidence (percaya diri).

Dalam sambutannya, Mendikbud mengajak sekolah untuk meningkatkan level belajar sesuai dengan level PISA.

“Apa yang menyebabkan PISA rendah? Kesalahan meletakkan standar pembelajaran yang masih memakai standar LOTS (Low Order Thingking Skil) atau standar berpikir rendah, yaitu mengetahui, menghafal, menjawab” terangnya.

Ia menambahkan bahwa PISA memakai standar HOTS (High Order Thingking Skill), dengan kriteria bernalar kritis, mengevaluasi apa saja yang dikerjakan (penilaian), dan mencari solusi. 

Wakasek bidang Kesiswaan dan Humas SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Muhamad Arifin mengaku bangga buku karya siswanya dilaunching langsung oleh Mendikbud. Ia menyatakan bahwa pihak sekolah terus mendorong kepada siswa maupun guru untuk terus meningkatkan kemampuan literasi melalui kegiatan membaca dan menulis.

Ia menambahkan bahwa sekolah sudah memfasiitasi perpustakaan yang representatif, pojok baca di tiap kelas, dan pelatihan untuk meningkatkan budaya literasi.

“Akhir Oktober nanti, bertepatan dengan peringatan bulan bahasa, sekolah juga akan melaunching cafe literasi, yaitu perpustakaan mini yang disetting seperti cafe yang berada di halaman sekolah,” katanya.(Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here