Kemendikbud Kembangkan Rapor Berbasis Internasional

0
31
mendikbud-sma-muhammadiyah-pk
FOTO/suaramerdekasolo.com-evie kusnindya
SOLO,suaramerdekasolo.com -Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tengah mengembangkan rapor berbasis internasional.
 
Di masa mendatang, rapor akademik hanya mencatat nilai tiga mata pelajaran (mapel) yakni matematika, sains, dan bahasa.
 
“Selebihnya, hasil evaluasi kegiatan belajar siswa tertuang dalam rapor nonakademik,” kata Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy dalam sambutan peresmian gedung SMA Muhammadiyah Program Khusus (PK)  Kottabarat.
 
Menurut Menteri, justru nanti ke depan, rapor yang di luar sekolah atau nonakademik, itu yang penting. Karena sekolah yang baik adalah sekolah yang memanajemen aktivitas belajar siswa, baik ketika di sekolah atau di luar sekolah.
 
Seperti di dalam keluarga atau di lingkungan masyarakat. Karena itu namanya rapor evaluasi kegiatan belajar siswa tidak terpaku pada kurikulum formal.
 
Mendikbud menegaskan anak harus belajar. Baik di sekolah maupun di luar sekolah. Tidak boleh tidak belajar.
 
Bahkan saat mereka membantu orang tuanya di rumah, juga termasuk belajar. Bukan malah memprotes full day school lantaran agar anak bisa ikut bekerja bersama orang tuanya.
 
“Pikiran kuno kalau anak membantu orang tuanya itu bekerja, bukan belajar. Itu keliru. Bahwa anak saat membantu orang tuanya itu dalam rangka belajar. Karena menurut Undang-Undang Ketenagakerjaan orang tua tidak boleh memperkerjakan anak di bawah umur. Tetapi kalau anak itu dalam rangka belajar, justru itu yang baik,” jelasnya.(Evie Kusnindya) 
 
Editor : Budi Sarmun
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here