Perjuangan Gigih Menuju Balaidesa, Masyarakat Tambakboyo Harus Lewat Jembatan Bambu

0
47
warga-tambakboyo
MELINTAS : Masyarakat Desa Tambakboyo Kecamatan Tawangsari yang melintas di jembatan dari bambu yang menghubungkan dua wilayah.(suaramerdekasolo.com/Ari Welianto)

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Masyarakat di enam dukuh di Desa Tambakboyo Kecamatan Tawangsari harus memutar dengan menempuh jarak sekitar 8 kilometer (km) jika ingin ke balai desa. Bahkan harus melewati wilayah lain, karena dukuh yang berada di dusun dua itu dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo dengan dukuh berada di dusun satu.

Jika ingin cepat, masyarakat bisa lewat jembatan dari bambu yang dibuat swadaya saat musim kemarau. “Desa Tambakboyo itu terdiri dari dua kadus, kadus satu dan dua. Itu dipisahkan oleh Sungai Bengawan Solo, jadi masyarakat di kadus dua yang ingin ke balai desa harus memutar dan melintasi Kabupaten Klaten,” terang Kepala Desa (Kades) Tambakboyo, Samsul Arifin, Senin (7/10).

Baca : Fantastis, Kerugian Bencana Kebakaran Selama September Mencapai Rp 1,4 Miliar

Baca : Melegakan, Petani Skala Kecil Boleh Pakai Gas Melon

Menurutnya, jaraknya itu lebih dekat dari Balai desa ke Alun-alun Sukoharjo, daripada Balai desa ke wilayah Kadus dua. Di wilayah Kadus dua itu ada 11 RT dan 4 RW dengan enam dukuh, yakni Dukuh Sidodadi, Dukuh Blerong, Dukuh Karangwaru, Dukuh Gatel Indah, Dukuh Bondowaloh dan Dukuh Tegal Sari. Untuk jumlah penduduk kurang lebih ada 1.700 jiwa.

“Selama ini akses penghubungannya lewat jembatan bambu, tapi itu adanya kalau musim kemarau. Kalau musim penghujan tidak, jika ada maka akan tenggelam dan terbawa arus sungai. Jadi harus memutar sekitar 8 Km dan melintasi beberapa wilayah di Sukoharjo dan Klaten,” papar dia.

Berharap ada akses penghubung berupa jembatan permanen untuk menghubungkan wilayah kadus satu dan kadus dua. Dulu sudah pernah diajukan tapi gagal, harapannya sekarang bisa terelisasi, apalagi sudah di survey Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo.

“Saya sudah bilang langsung ke Pak bupati untuk masalah ini. Rencana tahun 2020 mendatang mau direalisasikan, sudah ada yang survey kesini. Karena ini untuk mempercepat akses ataupun bisa meningkatkan perekonomian masyarakat,” imbuhnya.

Baca : Alhamdulillah, Empat Kecamatan Mulai Turun Hujan, Droping Terus Berjalan

Dampaknya itu sangat berpengaruh sekali bagi masyarakat. Jika seharusnya anak-anak disini sekolah di SD N 2 Tambakboyo, tapi karena jaraknya jauh maka sekolah ke wilayah lain. Ini kalau ini diteruskan tidak realisasi maka lama-lama SD N 2 Tambakboyo bisa kekurangan murid dan bisa tutup.

“Bahkan kalau ada kematian atau lelayu untuk pemakaman harus memutar. Karena makamnya di wilayah seberang sungai, kalau ada akses bisa cepat,” ujar dia.

Sementara itu salah satu masyarakat, Roni mengatakan adanya jembatan bambu itu sangat membantu sekali. Ini adanya memang saat musim kemarau saja, karena kalau musim penghujan bisa tenggelam dan hanyut.

“Ini adanya musim kemarau saja, kalau musim penghujan harus memutar. Informasinya mau dibangun tapi tidak tahu kapan, harapannya bisa secepatnya,” tandasnya. (Ari Welianto)

Baca : Rawan Kecelakaan Jalan Ditaburi Kembang, Lokasi Laka Maut Depan Toko Elektronik Mataram

Baca : Korban Laka Depan Toko Elektronik Mataram Delanggu Warga Kuwiran Banyudono, Ini Kronologinya

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here