Bupati Sragen Tak Setuju Provinsi Surakarta

0
59
provinsi-surakarta
SANTAI DI ALUN ALUN: Warga masyarakat Sragen bersantai di Alun Alun Sasana Langen Putro, yang merupakan taman kota dan salah satu ruang terbuka hijau di jantung Kota Sragen.(suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyatakan tidak setuju dengan gagasan Provinsi Surakarta, yang dikemukakan Bupati Karanganyar Juliyatmono. Pasalnya, pemekaran daerah-daerah di Solo Raya menjadi sebuah provinsi tersendiri membutuhkan biaya yang sangat besar. Selain itu, saat ini tidak ada problema dengan kondisi yang sekarang ini. Hal ini diungkapkan Bupati Yuni, tatkala ditemui Selasa (8/10).

“Saya tidak setuju, sebab pemekaran provinsi itu butuh biaya yang tidak sedikit,” kata Yuni.

Bupati termuda kedua di eks Karesidenan Surakarta itu juga menandaskan, saat ini juga tidak ada problema atau masalah yang terjadi. Di era modern dan digital seperti sekarang, komunikasi dan koordinasi juga sangat mudah. Pada saat ini, koordinasi Kabupaten Sragen dengan kabupaten atau kota di wilayah sekitar juga sangat mudah. Tidak ada kesulitan untuk saling berkoordinasi.

Sehingga hal ini membuat tidak perlu adanya provinsi baru, yang pasti akan membutuhkan biaya yang sangat besar. Bahkan bila untuk pengembangan wilayah, Solo Raya selalu yang terbaik dimana pun juga. “Berarti kalau sudah yang terbaik di Jawa Tengah, terus mau mengibarkan bendera sendiri sebagai sebuah provinsi baru. Saya tidak setuju,” tegas Yuni.

Yuni juga membantah kalau seluruh kepala daerah di Solo Raya, malu-malu mengungkapkan pendapatnya, terkait gagasan pembentukan Provinsi Surakarta. “Saya Bupati Sragen, tidak setuju,” tegasnya lagi.

Perbaikan Jalan

Bupati Yuni mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah menekankan pembinaan mental kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen. Pembinaan ASN dilakukan awalnya sebulan sekali. Namun dinilai tidak efektif, lantas diputuskan menggelar pembinaan perkecamatan.

”Kehadiran lebih tinggi dan bisa monitoring juga. Dalam pembinaan ASN kami juga sampaikan program dan keberhasilan pemerintah,” tuturnya.

Pemkab Sragen sekarang ini juga terus berusaha memperbaiki dan membangun bebagai macam infrastruktur yang ada di seluruh 20 wilayah kecamatan di Sragen. Bahkan sampai direwangi hutang sekitar Rp 200 miliar dan dia mengklaim saat ini setidaknya sudah berhasil memperbaiki 80 persen ruas jalan yang rusak di Kabupaten Sragen.

“Selama ini masyarakat banyak yang mengeluhkan tentang kondisi jalan yang rusak, tapi sekarang sudah 80 persen yang diperbaiki dan akan terus dilakukan,” katanya di hadapan para ASN dan masyarakat, tatkala pembinaan ASN di Pendopo Sumanegaran Kompleks Rumah Dinas Bupati Sragen. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here