Debit Air Sumur Pantek Semakin Kecil, Ancaman Puso Dua Desa di Trucuk

0
35
lahan-pertanian-terancampuso-trucuk
SIDAK KECAMATAN: Camat Trucuk, Bambang Harjoko melihat langsung kondisi lahan di Desa Pundungsari yang terancam puso. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekassolo.comAncaman meluasnya gagal panen di dua desa Kecamatan Trucuk semakin kompleks. Sebab selain air di Sungai Dengkeng sudah habis, air tanah di sumur pantek mengecil.

Camat Trucuk, Bambang Harjoko mengungkapkan permasalahan kemungkinan gagal panen lahan padi di Desa Pundungsari dan Planggu dengan luas sekitar 20 hektare disebabkan beberapa hal.

” Sumur pantek tidak bisa digunakan karena tidak tersedia cadangan air permukaan yang cukup,” jelasnya, Selasa (8/10).

Baca : 215 Tahun Klaten, Adipura Menjadi Salah Satu Target

Menurutnya, selain cadangan air permukaan tipis, di dua desa itu ada sumur dalam tapi airnya terasa asin. Apabila dipakasakan bisa jadi tanaman padi malah mati. Ada sebagian tani memanfaatkan sumur pantek tetapi tanaman tak kunjung hidup normal karena debit air kecil dan penguapan tinggi.

Biaya yang dibutuhkan untuk menyedot air pun lebih dari Rp 1 juta per patok dan hasilnya tidak signifikan. Hanya sebagian kecil yang berhasil dan di petak tertentu. Jenis tanah yang mengalami kekeringan adalah jenis tanah hitam sedikit lengket dan pecah sehingga minim air.

Baca : Desa di Klaten ini Khusus Membeli Tikus Hasil Gropyokan Petani

Untuk mengantisipasi Dinas sudah menyediakan pinjaman mesin pompa air kepada petani yang membutuhkan. Kerawanan puso itu diperparah dengan petani yang salah memperhitungkan ketersedian air.

Seharusnya musim tanam saat ini untuk tanaman palawija tapi ada petani yang menanam padi. Solusi lain, bagi petani yang mengikuti asuransi bisa dibantu petugas penyuluh lapangan (PPL) untuk mengurusnya. (Achmad H)

Baca : Bupati Canangkan Klaten Selatan sebagai Kecamatan Layak Anak

Editor : Nindya Achmadi

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here