Gaji Minim, Guru Honorer Nekat Edarkan Sabu

0
59
guru-edarkan-sabu
BARANG BUKTI: Wakapolres Boyolali, Kompol Donny Eko Listiyanto menunjukkan barang bukti yang disita dari tersangka Giri Ade Susanto. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Ironis, seorang guru ditangkap polisi karena diduga mengedarkan narkoba jenis sabu- sabu. OKnum guru honorer salah satu SD di Kecamatan Teras tertangkap tim Satuan Narkoba, Polres Boyolali, Selasa (8/10) dini hari.

Tersangka adalah Giri Ade Susanto (27) warga Dukuh Plumutan, Rt 09, Rw 03, Desa Salakan, Kecamatan Teras. Tak hanya sebatas sebagai kurir, tersangka diduga juga mengkonsumsi narkoba tersebut.

Wakapolres Boyolali, Kompol Donny Eko Listiyanto mengatakan pengungkapan dugaan penyalahgunaan narkoba itu berawal dari laporan dari informan. Dimana bakal ada transaksi narkoba di wilayah Desa Salakan, Kecamatan Teras.

Baca : Mapolres Boyolali Menjadi Lokasi Pernikahan Dua Sejoli Ini

Baca : Rutan Polres Boyolali Dirazia, Libatkan Personil Gabungan

Informasi tersebut langsung ditindaklanjuti petugas dengan melakukan pengintaian dilokasi tersebut. Benar saja, Selasa dini hari sekira pukul 01.00, ada seorang yang gerak- geriknya mencurigakan.

“Pemantauan terhadap terduga pelaku dilakukan berjam-jam. Petugas kemudian melakukan penangkapan terduga pelaku dan dilanjutkan penggeledahan rumahnya,” ujar Donny.

Dari tangan tersangka, petugas menemukan lima paket serbuk kristal putih yang diduga narkotika golongan 1, jenis sabu. Paket serbuk itu berada didalam bendel plastik klip dan siap edar.  

Untuk mengelabuhi petugas, paket-paket sabu itu disimpan didalam powerbank yang telah dimodifikasi sedemikian rupa. Tak hanya itu saja, didalam rumah pelaku, petugas juga menemukam timbangan, alat isap atau bong, ponsel dan beberapa barang bukti lainnya.

“Sepeda motor yang digunakan pelaku untuk mengambil barang juga diamankan berikut STNK kendaraannya.”

Simak : Tersangka Pembunuh Anak Kandung di Boyolali Jalani Rekonstruksi

Dari hasil pemeriksaan, lanjut dia, tersangka mengaku barang haram tersebut didapat dari seseorang bernisial DN yang masih buron. Tersangka hanya disuruh oleh BW yang berada didalam Lapas di Kabupaten Pati untuk mengantarkan paket sabu-sabu ini kesuatu tempat yang telah ditentukan.

Untuk sekali mengantarkan sabu-sabu, tersangka mendapatkan upah sebesar Rp 1 juta. Kegiatan pengedar barang terlarang sudah dijalani satu tahun ini.“ Kami akan melakukan pengembangan kasus ini, karena masih ada pelaku lainnya yang diduga pemilik barang itu.”

Atas perbuatan tersangka tersebut dijerat dengan pasal 114 ayar (2), Pasar 112 ayat (2) Undang Undang RI no.35/2009, tentang narkotika. Ancaman hukuman minimal 5 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara.

Dalam pengakuannya, tersangka terpaksa menjalani kurir narkoba karena gajinya sangat kecil. Gajinya sebesar Rp 200 ribu/ bulan tak cukup untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Hingga diapun nekat menjadi kurir sabu.

“Ya, sudah dua kali. Pertama, dua bulan lalu. Terus kedua, dilakukan kemarin itu.” (Joko Murdowo)

Baca : Diduga Lecehkan Siswi, Kepala SD Pinggiran Boyolali ini Akhirnya Dibui

Editor : Sri Hartanto

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here