3 Tersangka Kasus Narkoba Ditangkap, Pengakuan Ketiganya Berbeda-beda

0
20
jaringan-pengedar-nakoba-karanganyar
UNGKAP KASUS : Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi didampingi Kasat Resnarkoba AKP Muhamad Kariri (kiri) dan Paur Humas Ipda Sutrisno (kanan) menunjukkan barang bukti pengungkapan kasus narkoba di Mapolres Karanganyar, Rabu (9/10). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

 

*Pertengahan September hingga Awal Oktober

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com Polres Karanganyar menangkap tiga pelaku kasus dugaaan peredaran narkoba, dari pertengahan September hingga awal Oktober ini.
Mereka adalah M Thoriq AH, warga Kebakkramat, yang ditangkap 19 September pukul 20.30 WIBdi tepi jalan di kawasan Tasikmadu.

Thoriq yang sehari-hari berjualan angkringan ini diduga menjual obat daftar G merek Yerindo yang memberi efek menenangkan.

Dari tangan pria 19 tahun ini, polisi menyita 40 butir pil Yerindo, uang tunai Rp 195 ribu, sebuah ponsel dan sepeda motor Yamaha Scoopy.

Kemudian Taufik K, warga Tasikmadu, yang ditangkap 30 September pukul 09.00 di area parkiran ruko Pasar Sibedil, Kecamatan Jaten. Pria 24 tahun ini diduga pemakai, sekaligus menjual lintingan tembakau gorilla.

Baca : Monitor Lingkungan untuk Cegah Peredaran Narkoba

Dari tangannya, polisi menyita barang bukti dua bungkusan berisi 10,41 gram dan 11,11 gram tembakau gorilla, yang dibelinya secara online dari Jakarta, serta sebuah ponsel.
Tersangka ketiga yang ditangkap adalah Jefri RO, warga Karangpandan, yang ditangkap 2 Oktober pukul 20.30 WIB di depan parkiran sebuah pabrik di kawasan Ngemplak, Kecamatan Karangpandan.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang parkir ini menyimpan sabu-sabu seberat 0,11 gram, yang menurut pengakuannya akan dikonsumsi sendiri.

Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi mengungkapkan, penangkapan ketiganya dilakukan, setelah polisi menerima informasi dari masyarakat. “Mereka ditangkap, setelah dari hasil penyelidikan dipastikan mereka terlibat dalam peredaran narkoba,” katanya, didampingi Kasat Resnarkoba AKP Muhamad Kariri, Rabu (9/10).

Saat diperiksa penyidik, tersangka Thoriq mengaku sudah sekitar 6 bulan menjual pil Yerindo, yang dia peroleh dari seorang kawannya. “Uang hasil penjualan saya pakai untuk kebutuhan,” katanya.

Baca : Ulama Harus Mulai Peduli Pada Narkoba

Sedangkan Taufik mengaku membeli tembakau gorilla secara online. Namun dia tidak tahu siapa penjualnya, karena kontak hanya dilakukan lewat media sosial. “Awalnya saya konsumsi sendiri. Tapi kemudian ada lintingan yang saya jual ke teman. Satu linting harganya Rp 25 ribu,” tuturnya.

45 Tersangka

Sementara Jefri mengaku mengonsumsi sabu-sabu sejak Desember 2018 silam. Barang haram tersebut dia beli dari seorang kawannya. “Kalau habis pakai, rasanya semangat,” ujarnya.

Kapolres mengatakan, ketiga tersangka dijerat dengan pasal berlainan, sesuai kasusnya.
“Tersangka Thoriq dijerat pasal 196 subsider pasal 197, lebih subsider pasal 198 UU 36/2009 tentang Kesehatan. Kemudian tersangka Taufik dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 UU 35/2009 tentang Narkotika,” paparnya.
Sementara tersangka Jefri dijerat pasal 114 ayat 1 subsider pasal 112 ayat 1 lebih subsider pasal 127 ayat 1 huruf a UU 35/2009 tentang Narkotika.

Baca : Warung Hik Berpotensi Jadi Tempat Transaksi Narkoba

Ditambahkannya, selama 2019 sejak Januari hingga Oktober ini, Satuan Resnarkoba Polres Karanganyar telah mengungkap 29 perkara, dengan jumlah tersangka 45 orang.

“Jumlah barang bukti yang berhasil diamankan yakni sabu-sabu 26,15 gram, obat terlarang 967 butir, psikotropika 18 butir dan tembakau gorilla 21,52 gram. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun 
 
 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here