Lokasi Laka Tewasnya Pemotor di Delanggu, Pasir dan Lubang Kontrol Dikeluhkan Warga

1
kecelakaan-delanggu
PASIR JALAN: Pasir dan lubang kontrol di tepi Jl Yogya-Solo, Kota Kecamatan Delanggu diduga menjadi penyebab kecelakaan.(suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Keberadaan pasir dan lubang kontrol (manhole) di Jl Yogya-Solo, Kota Kecamatan Delanggu dikeluhkan warga. Sebab bangunan itu menyebabkan rawan kecelakaan lalu-lintas.

” Sudah beberapa kali kejadian di lokasi yang sama,” kata Triyono, warga setempat, Rabu (9/10).

Menurutnya lokasi yang sering memakan luka dan beberapa hari lalu makan korban jiwa hanya berjarak 30 meter dari traffic light simpang empat Pasar Delanggu. Meskipun dekat dengan lampu TL tetapi menjadi rawan sebab di sisi timur ada lubang kontrol jaringan air atau kabel yang dibangun dengan semen dan menyembul lebih tinggi dari aspal jalan. Selain itu di lokasi tepi jalan banyak pasir.

Baca : Lima Kendaraan Alami Kecelakaan Karambol di Jl Yogya-Solo

Baca:Alhamdulillah, Empat Kecamatan Mulai Turun Hujan, Droping Terus Berjalan

Dampaknya apabila ada pengendara sepeda motor terlalu ke kiri rawan terpeleset dan terjatuh ke aspal. Warga sekitar beberapa kali menolong korban di lokasi. Namun yang paling tragis terjadi Minggu (6/10) malam. Seorang wanita pengendara sepeda motor meninggal setelah terlindas truk di lokasi.

Lubang Kontrol

Keterangan yang dikumpulkan di lokasi kejadian menyebutkan kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 19.00. Korban, Narima Nur Fajar (24) warga Desa Kuwiran, Kecamatan Banyudono, Kabupaten Boyolali melaju dari arah Solo. Sesampai di lokasi, korban hendak mendahului truk tronton Mitshubishi nomor polisi N-9730-UR bermuatan asbes yang sedang berhenti menunggu lampu menyala hijau.

Kasat Lantas Polres Klaten AKP Bobby A Rahman melalui Kanit Laka Ipda Panut Haryono mengatakan dengan kejadian itu, pihaknya akan mengkaji penyebab terjadinya kecelakaan. Usai kejadian, Senin (7/10) warga menaburkan bunga seteman di lokasi. Meskipun ditaburi bunga, pasir yang digunakan menutup lokasi masih berbau anyir darah.

Baca : Perjuangan Gigih Menuju Balaidesa, Masyarakat Tambakboyo Harus Lewat Jembatan Bambu

Sukowati, warga yang melintas mengatakan bunga ditebar di lokasi oleh warga sekitar mungkin karena tidak tahan aroma anyir yang tersisa di lokasi.

Direktur PDAM Tirta Merapi Klaten, Irawan Margono menegaskan lubang kontrol (manhole) di lokasi bukan milik PDAM. PDAM tidak memiliki lubang kontrol di jalan tersebut. (Achmad H)

Editor : Budi Sarmun

 

1 KOMENTAR

Tinggalkan Pesan