Harga Air Bersih Tembus Rp 325 Ribu, Warga Mulai Jual Pakan

0
47
air-bersih-klaten
AIR BERSIH: Warga Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang membeli air bersih dari tangki swasta. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Harga air bersih di Kabupaten Klaten mencapai Rp 325.000 per tangki di puncak musim kemarau. Harga sebesar itu terjadi di desa-desa kawasan puncak Gunung Merapi.

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kecamatan Kemalang, Priyono mengatakan harga sebesar itu terpantau pekan lalu di Dusun Pajegan dan Canguk, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang.

” Harga sebesar itu untuk satu tangki saja,” katanya, Jumat (11/10).
Dikatakannya, harga sebesar itu bisa terus naik jika hujan tidak segera turun hujan. Warga terpaksa harus berbagi air bersih dengan hewan ternak. Kadang lebih diutamakan hewan ternaknya lebih dulu sebab merupakan tabungan masyarakat.

Harga air semakin ke lereng bawah semakin murah sebab jaraknya lebih dekat. Isi satu tangki 5.000 liter yang biasanya bisa untuk satu pekan lebih, sekarang tidak bisa diandalkan.

Baca : Warga Desa Tanjung Tak Sulit Lagi Dapatkan Air Bersih, Usai Dibantu Sumur Bor

Meskipun di beberapa wilayah Kabupaten Klaten dikabarkan sudah turun hujan deras tetapi di lereng Gunung Merapi belum ada. Sempat terjadi gerimis tetapi belum berpengaruh sedikit pun bagi persediaan air warga.

Puncak musim kemarau juga membuat petani peternak semakin kerepotan sebab pakan semakin sulit didapat. Warga terpaksa mencari pakan di wilayah dataran rendah dengan mobil secara berombongan.

Pengurus Kelompok Tani Lumadi, Desa Tlogowatu, Kecamatan Kemalang, Sulagiman mengatakan warga sudah darurat air bersih. Sebab semua warga sudah membeli di atas satu tangki. Padahal biasanya warga di desanya paling hanya membeli sekali.

Tidak hanya darurat air bersih, lanjut Sulagiman, petani mengalami kesulitan pakan ternak. Ladang tidak ada tanaman dan pohon mengering. Sebagian warga mulai turun gunung ke dataran rendah mencari pakan ternak. ” Sebagian warga mulai menjual pakan ternak yang didapat,” ungkapnya. Pakan ternak berupa rumput dan jerami dijual untuk bertahan memberikan pakan ternak dengan harga Rp 25.000 per ikatnya. Hujan di desanya belum turun sama sekali sehingga air semakin sulit. (Achmad H)

Baca : Komunitas Kanit Reskrim Polres Wonogiri Kirim Air Bersih Ke Warga Joho

Editor : Budi Sarmun 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here