Tega, Ada Upaya Pencurian PJU di Klaten, Dinas PU Sesalkan

0
56
pju-klaten-dicuri
PJU JARINGAN: Petugas DKP DPUPR Pemkab Klaten memasang lampu PJU jaringan di Jl Karanganom-Jatinom. (suaramerdekasolo.com/Achmad H)


KLATEN,suaramerdekasolo.com -Pemkab Klaten menyesalkan adanya dugaan upaya pencurian lampu penerangan jalan umum (PJU) tenaga surya yang didanai pemerintah.

Upaya itu disesalkan sebab PJU dipasang untuk kepentingan bersama.
Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Pemkab Klaten, Mudzakir mengatakan beberapa waktu lalu ada laporan upaya pencurian di wilayah Kecamatan Karangnongko. Saat dicek, tiang PJU solar cell yang ada di lokasi sudah ambruk dan mur beserta bautnya sudah dilepas. Namun karena berat, PJU itu tidak jadi dibawa pergi.

” Padahal perawatan PJU jenis itu jika rusak biayanya mahal,” ungkapnya, Jumat (11/10).

Baca : Video Detik-detik Wiranto Ditusuk Saat Kunjungan Kerja di Pandeglang

Dikatakannya, onderdil dan perangkat PJU solar itu harganya lebih mahal dibandingkan PJU jaringan. Spare partnya pun tidak bisa dipasang sembarangan sehingga tidak ada gunanya dicuri. Upaya pencurian itu disesalkan sebab PJU dipasang pemerintah untuk kepentingan masyarakat.

Jika ada penerangan, ruas jalan menjadi tidak rawan kejahatan dan kecelakaan. Hendak pergi malam haripun warga tidak lagi khawatir. Untuk itu masyarakat diharapkan ikut berperan menjaga bukan merusak atau mencurinya. Peran serta warga menjaga PJU solar cell bisa dilakukan dengan cara mengawasi PJU agar tidak cirusak atau curi. Di Klaten sampai tahun 2019 PJU tenaga surya ada 525 titik yang tersebar di semua wilayah.

Bisa Lapor

PJU sebanyak itu, kata Mudzakir, sudah terpasang 100 persen dan tinggal pengawasan dan pemeliharaan. Sementara PJU jaringan tahun ini dipasang di sekitar 400 titik yang tahap pemasangannya sudah mencapai 70 persen.

Baca : Diikuti 35 Kontingen, Klaten Lurik Carnival Meriah

Masyarakat yang menemukan jaringan PJU rusak bisa melaporkan ke Pemkab dan segera ditangani. Bahkan PJU tahun 2018 pun masih tetap dalam pemeliharaan.
Petugas pemasang jaringan Si Pon mengatakan timnya memasang di ruas Jl Karanganom-Jatinom sekitar empat titik. Titik yang dipasang diutamakan yang rawan kecelakaan dan kejahatan.

” Di ruas utara Desa Jungkare, jalan menikung padahal di kanan kirinya sungai dan sawah,” katanya.

PJU di ruas jalan tersebut semua PJU jaringan listrik. Asalkan tidak terkena pohon tumbang atau hujan ekstrem, PJU jaringan juga awet digunakan. Masyarakat bisa ikut merawat dengan membersihkan pohon di sekitar agar tidak ambruk menghantam jaringan. (Achmad H)

Baca : Henry Bakal Dampingi Gibran dalam Pilwakot Solo

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here