Pohon Tua Ambruk Tewaskan Warga, Kejadian Di Kecamatan Jatinom

0
warga-tertimpa-pohon
JALAN DESA: Warga Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom menunggu polisi untuk mengevakuasi warga yang tertimpa pohon, Senin (14/10). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com -Sebatang pohon kapuk randu tua roboh dan menghantam warga yang melintas di jalan Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom, Senin (14/10).

Parto Painem (60) warga Dusun Tomalan, Desa Glagah, Kecamatan Jatinom meninggal dunia akibat hantaman pohon.

Keterangan warga sekitar menyebutkan, kejadian diketahui warga sekitar pukul 14.15 WIB. Warga yang melintas dari Desa Tibayan hendak ke Desa Cawas melihat korban tergeletak di tepi jalan dengan posisi masih berada di sepeda motornya.

Baca : Perbup Larangan Jual Daging Anjing Keluar, Pemkab Karanganyar Ngebut Penertiban

Sepeda motor Honda Astrea Star nomor polisi AD 3418 SC warna hitam rusak di bagian setang diduga akibat hantaman batang pohon. Di dekat tubuh korban yang tertelungkup dengan kepala di bawah, sebatang pohon kapuk randu berukuran diameter sekitar 80 centimeter ambruk dengan dahannya ke jalan.

Batang pohon terlihat kayunya rapuh dan sudah mengering dahannya. Melihat kejadian itu, salah seorang warga, Marsudiyono (63) bersama warga lain melaporkan kasus itu balai Desa Cawan yang dilanjutkan ke Polsek Jatinom.

Polisi yang datang ke lokasi bersama warga mendatangkan dokter Puskesmas Jatinom.

Baca : Laka Karambol jalan Semarang Solo, BRV Rusak Berat

Hendak Pulang

Dari pemeriksaan dokter Nurul Faizah dan polisi tidak ditemukan tanda kekerasan di tubuhnya dan korban saat akan dibawa ke Puseksmas sudah meninggal dunia. ” Korban dari rumah anaknya hendak pulang lewat jembatan,” ungkap Pamu, warga sekitar lokasi, Senin (14/10).

Saat kejadian sebenarnya angin tidak bertiup kencang tetapi beberapa hari terakhir memang angin cenderung semakin kuat. Meski demikian belum ada hujan di daerahnya.

Baca : Pesta Ciu Di Tepi Waduk Lalung, 9 Remaja Diamankan Satpol PP

Camat Jatinom, Anang Widjatmoko mengatakan menurut laporan jajarannya, kejadian itu bermula saat korban melintas di lokasi dan mendadak pohon ambruk. Yang bersangkutan selama ini dikenal sebagai pedagang tempe di Pasar Nglondo Desa Tibayan, Kecamatan Jatinom.

Atas kejadian itu, pemerintah kecamatan mengimbau masyarakat untuk waspada dengan kemungkinan angin dan pohon rapuh mendekati musim hujan. Warga yang memiliki pohon berisiko ambruk sebaiknya dipangkas atau ditebang sehingga saat hujan turun tidak berisiko tumbang. (Achmad H)

Baca : Tega, Ada Upaya Pencurian PJU di Klaten, Dinas PU Sesalkan

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan