Sering mengamuk dan Hilang, Pemuda Asal Nguter di Rantai

warga-nguter-dipasung

 

SUKOHARJO,suaramerdekasolo.com – Nasib malang harus dialami Agus Dwi Nur Cahyo (19), pemuda warga RT 01 RW 05 Desa Gupit Kecamatan Nguter. Karena sudah selama 10 hari ini, Agus terpaksa harus dirantai kakinya oleh orang tuannya.

Agus, dirantai ditempat tidur dari kayu yang berada disamping rumah. Agus, yang merupakan anak ragil dari empat bersaudaran ini dirantai karena sering mengamuk dan menghilang. Dia, hanya tinggal bersama ayah dan neneknya, sedangkan kakak-kakaknya ikut ibunya.

“Sering mengamuk. Bahkan sering jalan-jalan sendiri tanpa tujuan, lalu menghilang,” ujar ayah Agus, Sadimen (51), kemarin.

Pernah selama 10 hari tidak pulang ke rumah dan membuat bingung keluarga. Lalau bersama warga sekitar mencari-cari keberadaan tapi tidak ketamu. Dia, ditemukan orang di dekat Jembatan Bacem Kecamatan Grogol lalu dibawa pulang kerumah. Juga sering mengamuk dengan melempar perabotan yang ada di rumah, belum lama ini sempat mau membakar rumah.

“Pernah 10 hari tidak pulang kerumah. Itu membuat bingung dan dicari-cari oleh warga tidak ketemu. Ketemunya itu didekat jembatan Bacem,” kata dia.

Menurutnya, jika Agus terlahir normal seperti anak biasanya dan sering bermain dengan teman sebayanya. Bahkan untuk sekolah termasuk pintar dan punya cita-cita tinggi. Mulai ada perubahan itu saat masuk kelas X SMP, menjadi pendiam dan tidak mau bergaul dengan teman-temannya. “Jadi tahun 2016 itu masih sekolah. Tahun 2017 sudah mulai menjadi pendiam, tidak seperti dulu lagi,” imbuhnya.

Ditambahkan, jika Agus setelah lulus SMP mau melanjutkan sekolah ke SMK. Tapi itu tidak bisa terwujud, karena keterbatasan masalah biaya untuk menyekolahkan. Karena hanya bekerja sebagai serabutan.

“Saat kelas VIII SMP, sudah punya keinginan melanjutkan sekolah di SMK tapi tidak terwujud. Itu yang mungkin membuatnya depresi dan mengalami gangguan. Pekerjaan saya hanya serabutan dan tidak menentu,” tuturnya.

Sadimen, terpaksa merantai kakinya agar tidak bisa pergi kemana-mana. Sebelum memakai rantai, memakai benang atau tali buat menali kakinya, namun bisa melepaskan diri lalu pergi jalan-jalan dan hilang. Keluarga juga tidak pernah memeriksakannya ke rumah sakit karena keterbatan dana juga.

“Baru pakai rantai itu belum lama ini, sebelumnya pakai tali biasa. Tapi itu mudah lepas dan bisa melarikan diri. Selama ini belum pernah diperiksa kesehatannya,” sambungnya.

Sementara itu, Kasi Pemerintahan Desa Gupit Teguh Supriyino, mewakili Kades Gupit Bibit Riyanto mengatakan dari Pemerintah Desa (Pemdes) akan mengupayakan bantuan untuk menanganinya. Secepatnya akan mengajukan masalah ini ke Dinas Sosial biar cepat ada penanganan.

“Berharap, ada diperiksakan kejiwaannya di RSJ oleh Dinsos. Kasihan jika melihat kondisinya apalagi masih muda,” tandasnya. (Ari Welianto)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here