Pelatihan Tanggap Bencana Alam, 200-an Karanganyar Relawan Ditempa Pasang Tenda

relawan-karanganyar
LATIHAN : Sejumlah relawan mengikuti latihan pasang bongkar tenda, dalam kegiatan Pelatihan Relawan Bencana Alam yang digelar BPBD Karanganyar di BLK Karangpandan, Selasa (15/10). Pelatihan digelar selama dua hari hingga Rabu (16/10). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Tak kurang 200-an relawan dari 50 organisasi di Karanganyar, mengikuti Pelatihan Relawan Bencana Alam, yang digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar selama dua hari, Selasa-Rabu (15-16/10).

Digelar di BLK Karangpandan, para relawan tersebut mendapat berbagai materi terkait kebencanaan, agar saat diterjunkan membantu penanganan bencana sudah benar-benar siap.

Kasi Kesiapsiagaan BPBD Karanganyar Hartoko mengatakan, materi yang disampaikan antara lain pelatihan pasang-bongkar tenda, pertolongan pertama pada kegawatdaruratan (PPGD) dan pertolongan pada korban disabilitas.

“Ilmu yang harus dikuasai relawan itu banyak. Mulai dari cara pasang bongkar tenda, hingga pengelolaan dapur umum harus dikuasai. Tahun ini, kami fokus pada materi pasang bongkar tenda, PPGD dan pertolongan pada korban disabilitas, karena materi ini perlu dikuasai,” katanya, mewakili Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Bambang Djatmiko.

Hal itu berdasar pengalaman, saat terjadi gempa bumi di Ambon dan Palu beberapa waktu lalu, di mana BPBD Karanganyar ikut mengirimkan relawan ke lokasi.

Di lapangan, banyak bantuan tenda yang datang, tapi personel yang mampu pasang bongkar tenda terbatas. Sehingga pendirian tenda untuk bernaung para korban gempa tidak bisa berlangsung cepat.

“Karena itu, skill untuk pasang bongkar tenda cukup mendesak untuk dikuasai. Sebab dalam peristiwa bencana, keberadaan tenda menjadi sangat penting. Karena untuk bernaung para pengungsi, maupun untuk kegiatan penanganan lainnya,” jelasnya.

Dalam pelatihan tersebut, peserta dilatih oleh sesama relawan yang sudah menguasai teknik.

“Kegiatan ini digelar, juga dalam rangka mengantisipasi datangnya musim hujan. Karanganyar ini rawan bencana. Sehingga jika sewaktu-waktu terjadi bencana, relawan sudah siap,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here