Kembali Singgung Wacana Provinsi Surakarta, Bupati Yuliatmono Cuek Dibilang Miring Sampai Dibully

provinsi-surakarta
PROVINSI SURAKARTA – Bupati Juliyatmono kembali gulirkan wacana Provinsi Surakarta, Rabu (1610). (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com– Meskipun banyak ditanggapi negatif oleh sebagian masyarakat, Bupati Karanganyar Juliyatmono tetap nekad menggulirkan wacana Provinsi Surakarta.

Menurutnya, wacana itu penting untuk membuka kesadaran semua pihak bahwa Provinsi Surakarta itu penting dan memang ada potensinya.

‘’Biar saja ditanggapi miring, negatif, dibully, saya tetap pada pendirian saya, bahwa wacana Provinsi Surakarta itu berpotensi. Seandainya proses moratorium sekarang sudah dibuka lagi, tentu tanggapannya akan lain,’’ kata dia di depan Sarasehan Tokoh Agama dengan pengurus FKUB se Karanganyar, Rabu (16/10).

Dia mengatakan, mempersilahkan wacana itu dikaji dari berbagai sudut, politik, ekonomi, dan sosial, untuk memberikan peta pemikiran soal Provinsi Surakarta plus beberapa daerah di Jatim sebelah barat itu.

Kabupaten Ngawi, Magetan, Madiun, Pacitan, itu secara sosiologis lebih dekat dengan Surakarta. Karena itu kalau mereka bergabung tentu lebih memilih ke Surakarta. Sebab ke Surabaya lebih jauh, dan secara kultur lebih dekat Solo.

Kemudian secara ekonomi, Juliatmono yakin potensi Surakarta besar sekali. Sehingga kalau ada yang tidak setuju, itu karena dia merasa khawatir saja jika wacana itu terwujud.

Memang Bank Indonesia dipersilahkan mengkaji potensi ekonomi itu karena lebih tepat dan memiliki angka.

‘’Namun dia tetap pada prinsipnya, wacana itu tetap harus digulirkan. Sebab justru hal itu bisa mendorong semua bergerak dan berpikir apakah benar atau tidak wacana yang dia lontarkan itu. Dan pada saatnya ketika moratorium itu dibuka krannya, tinggal memacu saja.

Memang kajian secara akademis diperlukan agar semua ada alasan pastinya. Namun itu bisa dilaksanakan kalau semua mau berpikir untuk sama-sama membuka diri tentang wacana Provinsi Surakarta itu. (Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here