Pameran Bank Sampah, Sampah pun Bisa Mendatangkan Rupiah

pameran-bank-sampah-klaten-hutan-kota-gergunung-klaten
PAMERAN BANK SAMPAH : Bupati Sri Mulyani meninjau stan pada Pemeran Bank Sampah di Hutan Kota Gergunung, Klaten Utara, Selasa (15/10).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

SAMPAH menumpuk menjadi masalah, namun bila dikelola dengan baik, sampah pun bisa mendatangkan rupiah. Hal itu bisa dilihat pada Pameran Bank Sampah di Hutan Kota Gergunung, Klaten Utara, Klaten, Selasa (15/10). Pengunjung bisa melihat aneka barang kerajinan dan barang hasil daur ulang sampah.

Kegiatan yang diadakan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Klaten itu dibuka Bupati Sri Mulyani. Ada 32 bank sampah, 9 sekolah adiwiyata dan 5 komunitas pegiat lingkungan hidup ambil bagian dalam acara yang akan berlangsung hingga 17 Oktober mendatang.

‘’Ada 46 stand pameran yang menyajikan hail kreasi sampah dan barang daur ulang sampah yang semuanya mempunyai nilai ekonomi. Di pameran ini, berbagai barang hasil kreasi sampah dipamerkan,’’ kata Kepala DLHK Klaten Srihadi.

Melalui pameran itu, DLHK ingin mengedukasi masyarakat tentang pemanfaatan sampah. Dengan mengurangi penggunaan plastik, memilah sampah dan memanfaatkan sampah, maka masalah sampah akan berkurang karena volume sampah akan menurun.

“Bank Sampah yang ada di Klaten sudah memulai perannya dalam pengurangan sampah plastik dan pemanfaatan sampah menjadi barang bermanfaat dan punya nilai jual. Tak hanya Bank Sampah, para siswa sekolah adiwiyata pun menyajikan kreasinya,’’ tegas Srihadi.

Dalam rangkaian pameran akan diadakan paparan cara olah sampah, pelatihan pembuatan produk sampah, lomba fashion dari bahan sampah, lomba cerpen tentang sampah, sosialisasi pengelolaan sampah di sekolah, dan pengolahan sampah khusus oleh Bapesmas.

Usai membuka pameran, Bupati meninjau stan-stan pameran. Semua menyajikan produk berbahan sampah mulai dari souenir, aneka bunga, tas, kostum, polibag dari tas kresek bekas, media tanam hidroponik, pupuk, dan aneka kerajinan menarik.

“Banyak barang bernilai jual yang dihasilkan dari olah sampah, namun untuk itu dibutuhkan inovasi dan kreatifitas sehingga sampah bisa menjadi barang yang laku dijual. Pengolahan sampah juga mengurangi sampah itu dibuang ke TPS,’’ ujar Bupati.

pameran-bank-sampah-klaten-hutan-kota-gergunung-klaten2
DAUR ULANG : Pada siswa melihat cara daur ulang sampah menjadi aneka kerajinan pada Pameran Bank Sampah.(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

Dia berharap, masyarakat mendukung upaya pengurangan sampah plastik yang sulit terurai. Selain itu, masyarakat juga semakin sadar akan pentingnya lingkungan yang bersih dari sampah, karena timbunan sampah bisa mendatangkan masalah pencemaran lingkungan hingga masalah kesehatan.

‘’Masyarakat bisa belajar dalam memanfaatkan sampah menjadi barang bernilai ekonomi. Namun, jangan hanya sekadar memproduksi saja tetapi juga belajar memasarkan, termasuk secara online. DLHK bisa bekerja sama dengan OPD terkait untuk melakukan pembianaan dan pelatihan,’’ kata Bupati Sri Mulyani.

Perajin Bank Sampah bisa memanfaatkan show room Dekrasnada untuk memajang barang kreasinya. Dia berpesan agar olah sampah dilakukan dengan baik sehingga bersih dan menarik, sehingga orang mau membeli.(Merawati Sunantri)

Editor : Nindya Achmadi

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here