Rekanan Proyek APBD 2015 Klaten Ditahan Kejari, Kamis Keramat Berlanjut

0
tersangka-korupsi-apbd-klaten-Mukhlis-Mursidi
REKANAN PROYEK: Tim jaksa Kejari Klaten membawa Mukhlis Mursidi ke LP Klaten setelah diperiksa dan dinyatakan ditahan, Kamis (17/10). (suaramerdekasolo.com/Achmad H)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Hari Kamis Keramat di Kejaksaan Negeri Klaten terus berlanjut, Kamis (17/10). Setelah menahan staf ahli Bupati, Abdul Musryid, penyidik kejaksaan menahan Mukhlis Mursidi selaku rekanan proyek APBD 2015.

Kepala Kejaksaan Negeri Klaten, Feri Mupahir melalui Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus, Ginanjar Damar Pamenang menjelaskan tersangka ditahan penyidik selama 20 hari ke depan.

” Ditahan mulai tanggal 17 Oktober,” ungkap Kasi Pidsus, usai menitipkan tersangka ke LP Klaten, Kamis (17/10) siang.

Sebelum dinyatakan ditahan, Mukhlis datang ke kejaksaan sekitar pukul 10.00. Saat datang, kontraktor rekanan proyek di Dinas Pekerjaan Umum dan ESDM tahun 2015 itu didampingi penasihat hukumnya, M Arif Syaifulloh. Mengenakan kemeja putih dan sepatu santai, pemilik CV yang bergerak di bidang perdagangan umum dan jasa konstruksi itu diperiksa sampai pukul 14.00 WIB oleh jaksa penyidik, Jatmiko Raharjo. Setelah pukul 14.00 WIB, tersangka keluar dikawal tim jaksa dibawa ke LP Klaten untuk dititipkan ke LP.

Baca : Pelantikan Presiden Wapres Dijaga 30.000 Personil Gabungan

Baca : Dinas Pendidikan Bebaskan Pengungsi Wamena Sekolah di Karanganyar

Ginanjar mengatakan sebelum ditahan, yang bersangkutan ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 1 Oktober. Penyidik menetapkannya sebagai tersangka sebab sudah memiliki dua alat bukti. Peran tersangka dalam kasus itu adalah bersama-sama mantan Kepala Dinas DPU dan ESDM, Abdul Mursyid dalam pembagian proyek dan pemungutan uang pada rekanan lain. Penyidik memanggilnya Kamis (17/10) dan dinyatakan ditahan setelah diperiksa jaksa.

Menurut Kasi Pidsus, ada tiga alasan penyidik menahan tersangka. Antara lain, perbuatan tersangka diancam dengan pidana lebih dari lima tahun, penyidik menemukan sekurangnya dua alat bukti kuat beserta pasal yang disangkakan dan ada kekhawatiran akan melarikan diri, mengulangi perbuatan dan menghilangkan barang bukti. Sebelum menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka dan menahannya, tim penyidik sudah memeriksa sebanyak 12 saksi dari berbagai unsur.

Dalam kasus itu tersangka dikenakan sangkaan pasal 11 atau 12 huruf a, atau pasal 12 huruf b dan e UU nomor 31 tahun 1999 yang telah diubah dengan UU 20 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (Achma H)

Baca : Perubahan Musim, Warga Karanganyar Waspadai Angin Kencang

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan