Sambut Pilkada 2020, PKS Buka Peluang Berkoalisi Dengan Parpol Lain

lambang-pks
FOTO ILUSTRASI/okezone

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menjajaki koalisi
dengan partai lain untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Wonogiri 2020 mendatang. Pasalnya, partai tersebut hanya
memperoleh empat kursi dari 50 kursi di DPRD Wonogiri.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PKS Kabupaten Wonogiri, Ngadiyono mengatakan, segala kemungkinan masih bisa terjadi dalam kontestasi Pilkada nanti.

“Masih sangat dinamis, belum ada apa-apa,” katanya, Senin (21/10).

Meski demikian, partainya telah menjalin beberapa komunikasi dengan partai lain. Untuk mengusung calon bupati dan wakil bupati, paling
tidakharus memiliki sepuluh kursi di DPRD Wonogiri.

“Kalau mau mengusung calon, harus koalisi. Kami menjalin komunikasi dengan partai lain, tentunya yang mempunyai kursi di DPRD Wonogiri,” terangnya.

Sebelumnya, PDI Perjuangan Kabupaten Wonogiri telah membuka pendaftaran bakal calon Bupati dan Wakil Bupati (Cabup & Cawabup)
untuk menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wonogiri 2020 mendatang. Hingga pendaftaran ditutup Kamis (17/10), ada dua orang
yang mendaftar sebagai bakal calon Wakil bupati, yakni AS Joko Prayitno dan Tarso.

Kedua bakal calon wakil bupati yang mendaftarkan diri tersebut merupakan kader PDI Perjuangan. Sementara itu, hingga pendaftaran
berakhir, tidak ada yang mendaftarkan diri sebagai bakal calon bupati. Demikian juga dengan Joko ‘Jekek’ Sutopo yang merupakan Bupati
Wonogiri sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Wonogiri. Dia belum mendaftarkan diri menjadi bakal calon bupati.

“Sebenarnya kami mendorong agar proses internalisasi partai kami berjalan optimal. Banyak senior-senior atau perangkat kerja kepartaian
yang sebenarnya punya potensi untuk berpartisipasi dalam kontestasi kepala daerah,” kata Joko Sutopo, Jumat (18/10).

Perolehan suara DPC PDI Perjuangan Wonogiri yang mencapai lebih dari 54 persen membuat pihaknya bisa mengusung bakal calon bupati dan wakil bupati dari internal partai.

“Kami memprioritaskan Cabup dan Cawabup
dari internal partai,” ujarnya.

Meski demikian, politik sangat dinamis. Peran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PDI Perjuangan sangat menentukan dalam memilih bakal calon bupati dan wakil bupati dari partai tersebut. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here