Hadapi Kemarau Panjang, Pemadam Soloraya-DIY Gelar Latihan Gabungan

diklatsar-mta-wonogiri

KLATEN,suaramerdekasolo.com Regu pemadam kebakaran kabupaten se eks Karesidenan Surakarta menggelar latihan gabungan skala besar bersama pemadam kebakaran wilayah DI Yogyakarta. Latihan gabungan itu untuk mengantisipasi ancaman kebakaran di tengah suhu panas kemarau yang meninggi.

” Peserta dari beberapa kabupaten di eks Karesidenan Surakarta dan Kabupaten Gunung Kidul,” ungkap Kepala Seksi Pemadam Kebakaran Pemkab Klaten, Sumino, Selasa (22/10) di sela latihan di Gedung Wanita.

Latihan diikuti perwakilan sekitar 40 orang dan dibuka Kasat Pol PP Pemkab Klaten, Sugeng Haryanto. Menurut Sumino, latihan gabungan selama dua hari itu digelar untuk menyamakan persepsi antarwilayah saat penanganan kebakaran. Selama ini antarkabupaten sering ada kegiatan bantuan kendali operasi (BKO), yaitu pemadam satu kabupaten membantu kabupaten lain saat ada kebakaran.

Baca : Presiden : Waspadai Dampak Kemarau Panjang 2019

Baca : Musim Kemarau Diprediksi Lebih Panjang, Kerugian Akibat Kebakaran Rp 887.500.000

Namun dalam kegiatan yang masuk BKO itu belum ada kesamaan persepsi tentang penanganan di lapangan. Untuk itu diadakan latihan sehingga ada satu persepsi yang sama tentang teknis penanganan. BKO diperlukan sebab saat ada kejadian besar, kadang regu di satu kabupaten tidak akan sanggup. Biasanya akan meminta daerah sekitar untuk ikut turun tangan.

Dalam rangka itulah perlu ada kesamaan langkah. Apalagi antarkabupaten yang saling berbatasan. Terkadang wilayah terluar terlalu jauh dijangkau oleh regu pemadam setempat. Sementara kabupaten lain justru lebih dekat sehingga BKO sangat diandalkan.

Selain membangun satu persepsi kegiatan BKO, lanjut Sumino, latihan untuk meningkatkan kapasitas menghadapi ancaman kebakaran yang semakin serius di puncak kemarau. Antarregu bisa menularkan ilmu dan tekniknya untuk regu lain. Misalnya regu Klaten sudah memiliki peralatan bantu pernapasan dengan oksigen sementara daerah lain belum sehingga ditularkan ilmunya ke daerah lain. Dengan demikian saat nanti memiliki alatnya sudah bisa menggunakan. (Achmad H)

Baca : Kemarau Panjang, Produksi Singkong Wonogiri Terjun Bebas

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan