Langganan Juara Kelas, Pernah Tembus AKABRI dan 3 Perguruan Tinggi Bersamaan. Jejak Cemerlang Tito Karnavian (2)

Kapolri-Jenderal-Tito-Karnavian3
FOTO : Kapolri Jenderal Tito Karnavian. (suaramerdekasolo.com/dok)


TITO sendiri, merupakan salah satu bintang cemerlang yang dimiliki negeri ini. Dikutip dari berbagai sumber, sejak masih sekolah, dia sudah memperlihatkan kepandaiannya. Anak kedua dari enam bersaudara dari pasangan Achmad Saleh dan Supriatini ini langganan juara kelas saat menempuh pendidikan SD, SMP dan SMA di Palembang.

Menjelang lulus SMA pada 1983, Tito mengikuti ujian masuk AKABRI. Tito juga mengikuti tes seleksi untuk masuk ke Jurusan Kedokteran Universitas Sriwijaya, Hubungan Internasional UGM dan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN). Dan semuanya diterima, meski ia akhirnya memilih AKABRI dan masuk penjurusan polisi.

Tito memilih masuk AKABRI, didasari keinginan meringankan beban orang tuanya. Sebab jika dia memilih masuk ke perguruan tinggi pilihannya, tanggungan orang tuanya akan semakin berat.

Lulus dari AKABRI pada 1987, pria bernama lengkap Muhammad Tito Karnavian meraih predikat lulusan terbaik dan mendapat Bintang Adhi Makayasa.

Baca : Dipanggil ke Istana untuk Masuk Kabinet Kerja Jilid 2? Jejak Cemerlang Tito Karnavian (1)

Karirnya di institusi baju coklat termasuk cemerlang. Tito pernah menempati beberapa jabatan penting, di antaranya Kapolda Papua pada 21 September 2012 hingga 16 Juli 2014 dan Kapolda Metro Jaya antara 12 Juni 2015 hingga 16 Maret 2016.

Dia juga pernah menduduki jabatan Kadensus 88 Anti Teror, Deputi Penindakan pada Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, dan Asisten Kapolri Bidang Perencanaan dan Anggaran.

Pada 26 Oktober 2017, Tito dikukuhkan sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kepolisian Studi Strategis Kajian Kontra Terorisme di STIK-PTIK. Dalam pengukuhan tersebut, dia menyampaikan orasi ilmiah terkait peran Polri dalam penanganan terorisme di Indonesia.

“Kunci utama untuk mengalahkan insurgensi atau teroris adalah negara harus mampu merebut dukungan publik, baik lokal maupun internasional,” kata Tito dalam orasi ilmiahnya.

Kapolri-Jenderal-Tito-Karnavian4

Baca : Kapolri Apresiasi Kinerja Humas *Akan Diberikan KPLB dan Promosi Jabatan

Menurutnya, perang insurgensi sebenarnya perang untuk mendapat dukungan publik. Pihak yang berhasil memenangkan dukungan publik maka akan menjadi pemenang perang. “Insurgensi hanya dapat bertahan, jika ada dukungan publik. Sebab, publik merupakan sumber logistik, rekrutmen, tempat persembunyian, dan lainnya,” tuturnya.

Sekadar tahu, insurgensi yang dimaksud adalah salah satu wujud peperangan asimetris. Fenomena gerakan insurgensi pada prinsipnya adalah perjuangan politik yang dilakukan sekelompok masyarakat dalam suatu wilayah negara terhadap pemerintah yang memiliki suatu otoritas yang berdaulat.

Terkait ilmu kepolisian, selain dari Akpol, Tito menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) dan meraih Strata 1 di bidang Police Studies pada 1996.

Pada 1992, dia mendapat beasiswa dari The British Council untuk program Master in Police Studies. Dia juga meraih gelar MA pada 1993 dari Universitas Exeter, Inggris, setelah mengikutio program S2.

Baca : Dinas Pendidikan Bebaskan Pengungsi Wamena Sekolah di Karanganyar

Pada 1998, Tito mengikut program Sesko atas tawaran pemerintah New Zealand kepada Polri dan lulus dengan gelar BA di bidang Strategic Studies.

Antara 2005-2007, Tito pernah memimpin operasi kontra terorisme di Poso, Sulawesi Tengah. Operasi tersebut berhasil mengungkap jaringan radikal yang beroperasi di wilayah tersebut, mengungkap puluhan kasus kekerasan dan menangkap puluhan tersangka.

Tahun 2011, Tito menyelesaikan pendidikan Lemhannas dengan predikat lulusan terbaik dan menerima Bintang Seroja. (Irfan Salafudin)

Baca : Mabes Polri Turun Tangan Gerebek Judi Di Kabupaten Klaten

Baca : 406 Lulusan Semata PK TNI AU Angkatan ke-77 Dilantik

Editor : Budi Sarmun 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here